Ahmad Luthfi Dorong Transformasi 4,2 Juta UMKM di Jawa Tengah Agar Naik Kelas

Foto : Humas Jateng

SEMARANG, SUARASOLO.id— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong sebanyak 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya untuk bertransformasi dan menembus pasar internasional.

Langkah ini dinilai sangat krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika geopolitik global dan keterbatasan fiskal.

“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas, mulai dari mikro menjadi kecil, menengah, hingga mampu melakukan ekspor produk,” tegas Luthfi saat membuka acara Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026).

Pentingnya dorongan ini didasari oleh struktur ekonomi daerah, di mana sekitar 97,95 persen dari total 4,2 juta UMKM di Jawa Tengah saat ini masih berstatus sebagai usaha mikro.

Menurut Luthfi, bursa wirausaha serta pameran UMKM dan produk wirausaha menjadi ruang penting untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan peluang usaha bagi anak muda. Sebab, dapat membuka akses pasar dan kemitraan yang lebih luas.

Upaya penguatan daya saing ini mendapat dukungan langsung dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah. Hingga triwulan II tahun 2026, tercatat sebanyak 201.035 unit usaha telah mendapatkan pembinaan intensif, dengan total nilai aset mencapai Rp39,74 triliun dan capaian omzet sebesar Rp70,74 triliun.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, jajaran kepala daerah, 27 lembaga inkubator Jateng-DIY, pelaku UMKM, serta kurang lebih 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi di Jateng-DIY.

Pemprov Jateng juga terus mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha yang sudah ada, melalui akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.

Untuk mendukung proses tersebut, Jateng memiliki berbagai program, antara lain Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap. Melalui program ini, para pelaku UMKM diberikan materi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.

Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan juga terus meningkat. Pada 2025, Akademi Balatkop mencatat 4.193 pendaftar, dengan peminatan terbesar pada digital marketing, keuangan bisnis, dan English conversation.

Pada 2026, terdapat 2.282 wirausaha binaan, terdiri atas 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan. Bidang peminatan terbesar meliputi makanan 48,9%, kerajinan 13,3%, dan jasa digital 13,3%.

Penguatan UMKM tersebut juga didukung melalui program KUR dengan bunga 6% dari Bank Jateng. Akses permodalan ini juga sangat penting untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha muda, sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru.

Kemudian pembinaan dan pendampingan pelaku usaha meliputi peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran.

“Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi,” kata Luthfi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementarian UMKM, M Riza Damanik mengatakan, bursa wirausaha unggulan tersebut diharapkan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa atau calon wirausaha muda untuk lebih produktif.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *