Kekeringan Meluas ke 80 Dusun, Pemkab Magelang Siapkan Solusi Jangka Panjang Air Bersih

Foto : Diskominfo Magelang

MUNGKID, SUARASOLO.id — Bencana kekeringan dan krisis air bersih meluas di wilayah Kabupaten Magelang. Hingga Kamis (8/10/2026), sebanyak 80 dusun di 45 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mempertegas komitmennya untuk tidak hanya mengandalkan penyaluran air bersih darurat, tetapi juga menyiapkan langkah strategis jangka panjang berupa pembangunan sumber dan sarana prasarana air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa krisis air kali ini tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga warga, melainkan juga melumpuhkan aktivitas sosial dan pendidikan.

Situasi ini memerlukan penanganan menyeluruh mengingat perkiraan awal musim hujan baru akan terjadi pada pertengahan November 2026.



“Penyaluran air bersih merupakan langkah cepat dan responsif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, penanganan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan air semata,” ungkapnya dalam kegiatan Kolaborasi Pemenuhan Air Bersih Kabupaten Magelang dengan tema Sinergi untuk Berbagi, yang berlangsung di Pendopo BPBD Kabupaten Magelang pada Kamis (8/10/2026)

Penanganan terpadu ini mendesak dilakukan mengingat BMKG memperkirakan awal musim hujan di wilayah Magelang baru akan mulai berlangsung pada pertengahan November 2026.

Bambang menegaskan, dropping bantuan air bersih memang menjadi respon cepat dan penting untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga saat ini.

Namun, solusi permanen harus segera direalisasikan agar masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan tangki darurat setiap kali musim kemarau tiba.

“Penyaluran air bersih adalah langkah cepat dan responsif. Akan tetapi, penanganan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan air semata,” tegasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber air yang lebih matang, Pemkab Magelang berharap ketahanan air masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan di masa mendatang.

V.M RISTO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *