PWI Surakarta Apresiasi Catur C Wibowo 36 Bulan Jaga Solo

Foto: dokumentasi PWI Surakarta

Solo, SUARASOLO.id
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Sri Hartanto atau yang akrab disapa Tanto Gondes, menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol Catur C. Wibowo atas kepemimpinannya selama menjabat Kapolresta Surakarta.

Apresiasi itu terutama ditujukan pada upaya Catur menjalin hubungan baik dengan para pewarta di Kota Solo, mendukung kegiatan jurnalistik, serta ikut mengawal proses kerja wartawan selama bertugas.

Tanto berharap hubungan kemitraan yang telah terbangun antara Polresta Surakarta dan insan pers tersebut dapat terus berlanjut di bawah kepemimpinan Kapolresta yang baru, AKBP Condro Sasongko.

“Komunikasi dan kemitraan yang baik antara kepolisian dan wartawan menjadi bagian penting dalam mendukung kerja jurnalistik sekaligus menjaga hubungan yang konstruktif antara kepolisian dan masyarakat,” jelas Tanto Gondes saat menghadiri pisah sambut Kapolresta Surakarta di Mapolresta pada Jumat (16/10/2026) malam.

Ia juga menyampaikan doa agar Kombes Catur mendapat kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan tugas di tempat penugasan berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Tanto menyambut kedatangan AKBP Condro Sasongko sebagai Kapolresta Surakarta yang baru. Ia berharap amanah kepemimpinan tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kebijaksanaan.

“Kami para wartawan mendoakan agar Pak AKBP Condro diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Solo,” ucapnya.

Ia berharap kemitraan antara Polresta Surakarta dan insan pers dapat terus diperkuat, dengan tetap menghormati independensi pers dan menjalankan tugas masing-masing secara profesional.

36 Bulan Jaga Solo

Sementara itu, Kombes Catur menyampaikan terima kasih atas pengalaman dan pelajaran hidup yang diperolehnya selama kurang lebih 36 bulan bertugas di Kota Solo.

Menurut Catur, Solo memiliki keunikan tersendiri yang memberinya banyak pengalaman berharga, tidak hanya dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga dalam memahami kehidupan bermasyarakat.

“Di titik ini kami haturkan mohon maaf kalau selama memimpin di Polresta Solo ada salah tutur kata. Mohon maaf mewakili keluarga yang pasti jika ada salah,” terang Catur dalam acara pisah sambut.

Ia berharap berbagai hal yang telah dikerjakannya selama bertugas di Solo dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi masyarakat maupun keluarganya.
Siap Melanjutkan

Sementara itu, AKBP Condro Sasongko menyampaikan penghormatan kepada pendahulunya. Ia menyebut Catur sebagai sosok teladan yang mendapat penghormatan dari berbagai kalangan.

“Kakak asuh, kami bangga karena Pak Catur ini dihormati semuanya. Terima kasih kakak asuh, insyaallah peninggalanmu sebagai Bapak Pembangunan akan kamu lanjutkan dan rawat,” kata Condro.

Condro juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya dapat diterima sebagai bagian dari warga Kota Solo.

“Kami akan berusaha mencintai warga Solo tanpa syarat. Kulonuwun, kami bisa diterima dan siap bekerja sama,” ujarnya.

Sinergitas Kota Solo

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, turut mengapresiasi kepemimpinan Catur yang dinilainya humanis dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami akui Pak Catur ini sosok yang bisa dekat dengan semuanya, humanis, dan dekat dengan masyarakat. Terima kasih Pak Catur atas pengabdiannya, doa kami untuk kesuksesan ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Wawali juga berbagi pengalaman bersama dengan Catur.
Astrid mencontohkan penanganan knalpot tidak standar atau knalpot brong di kawasan Bundaran Monumen Pers.

Saat itu, ia berkoordinasi dengan Catur dan persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
Bahkan, Astrid mengaku pernah diundang Catur untuk ikut menggergaji knalpot tidak standar tersebut.

“Kami berharap Pak Condro dapat melanjutkan sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta dan Polresta Surakarta, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan Kota Solo,” terang dia.

Astrid juga berharap Condro dan keluarganya dapat beradaptasi dengan baik terhadap karakteristik masyarakat Surakarta, sehingga semangat guyub rukun dan paseduluran saklawase tetap terjaga.
Leksono/”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *