Foto: Istimewa
SURAKARTA, SUARASOLO.id– Politeknik ATMI Surakarta terus berinovasi dalam pengembangan pembelajaran vokasi. Melalui program bantuan pengembangan model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek, kampus ini menggelar workshop sekaligus mengimplementasikan Project-Based Learning (PjBL) di sekolah mitra.
Workshop dilaksanakan Agustus silam di Hotel Adhiwangsa Surakarta menghadirkan akademisi Universitas Surakarta, Jani Kusanti, S.Kom., M.CS. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Politeknik ATMI, dosen MKWK, serta mahasiswa. Selama dua hari, peserta mendalami konsep PjBL yang menekankan pembelajaran berbasis isu nyata, kolaborasi lintas bidang, serta penilaian berbasis Outcome-Based Education (OBE).

SMP PL Bintang Laut
Direktur Politeknik ATMI, Dr. Ir. Andreas Sugijopranoto SJ, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang kontekstual.
“PjBL memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hasil workshop melahirkan rancangan awal model pembelajaran MKWK berbasis proyek dengan ide-ide aplikatif, mulai dari literasi digital untuk UMKM, media edukasi keberagaman, hingga proyek lingkungan berorientasi keberlanjutan.
Tidak berhenti di tingkat konseptual, Politeknik ATMI segera mengimplementasikan model ini di lapangan. SMP PL Bintang Laut Surakarta menjadi salah satu sekolah mitra yang menerima mahasiswa untuk menjalankan proyek PjBL bertema Civic Engagement dan Toleransi di Tangan Anak Bangsa.
Kegiatan berlangsung pada 6–28 Oktober 2025 dengan melibatkan 67 siswa SMP, 20 mahasiswa dari Program Studi Teknik Perancangan Mekanik (TPM) dan Perancangan Manufaktur (PM), serta enam dosen pendamping. Mahasiswa mendampingi siswa dalam lomba mading bertema civic engagement dan mural bertema toleransi.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka bukan hanya berkarya, tapi juga belajar nilai toleransi dan kepedulian sosial,” kata salah satu guru pendamping SMP PL Bintang Laut.
Hasil karya siswa dipublikasikan melalui media sosial Instagram ATMI dan dinilai secara terbuka oleh publik. Puncak kegiatan ditandai dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan pada 28 Oktober 2025.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung memperkuat karakter generasi muda. Sementara bagi sekolah mitra, program ini menjadi sarana edukasi kreatif yang memperkuat nilai kebangsaan di kalangan siswa.
Kegiatan workshop dan implementasi PjBL ini sekaligus menjadi bukti nyata transformasi pembelajaran vokasi yang lebih aktif, kolaboratif, dan berdampak sosial.
Gunharjo/*


Semakin keren Politeknik ATMI.
Berdampak