Dua Siswa SMPN 3 Gemolong Raih Medali Emas Bhirawa Taekwondo Championship

Foto: Istimewa

SRAGEN, SUARASOLO.id

Avriliano Victory Agatha (12) dan Rafid Zulkarnain (13) berhasil meraih medali emas dalam Bhirawa Taekwondo Championship #2. Kompetisi ini diadakan  26 Oktober 2025 di GOR Diponegoro Sragen. Agatha meraih medali emas di kelas U40, sedangkan Rafid di kelas U34. Dua atlet tersebut saat ini masih duduk di kelas 7 SMP Negeri 3 Gemolong, Sragen.

Wakil Kepala Bidang Humas SMPN 3 Gemolong, Johan Wahyudi, kepada Suarasolo.id   Senin (03/10/2025), Johan  bercerita  kedua anak ini  keduanya belajar beladiri di Dojang Cikal Bhirawa Club Gemolong. Agatha menyukai olahraga ini sejak kelas 1 SD dan mulai ikut bertanding sejak kelas 3 SD. Agatha adalah anak tunggal dari pasangan Sriyatno dengan Indarwati. Agatha dan orang tuanya tinggal di Cengklik, Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Johan melanjutkan, Agatha pernah meraih Juara 3 Kejuaraan Taekwondo Virtual Menpora RI Cup 2022 yang diadakan pada 23-24 April 2022. Pada tahun itu terjadi Covid-19 sehingga kompetisi diadakan secara online. Caranya, peserta mengirimkan rekaman video yang berisikan tendangan. Tak disangka, anak yang terlihat pendiam itu mampu meraih prestasi tingkat nasional.

Sejak saat itulah, Agatha makin menyukai olahraga ini. Hasilnya, Agatha sudah mengikuti 18 kompetisi dan selalu berhasil meraih tropi dan penghargaan. Dari sekian banyak kompetisi yang pernah diikuti itu, kompetisi di Kediri Jawa Timur menjadi paling berkesan. Meskipun sudah berhasil meraih banyak piala, Agatha tetap rajin berlatih karena ada cita-cita yang hendak diraihnya.

“Ingin masuk pelatnas dan membahagiakan orang tua,” jawab Agatha  saat ditanya cita-citanya diturukan Johan.

Sedikit berbeda dengan Agatha, Rafid berbeda kelas kompetisi meskipun umurnya lebih tua. Rafid menyukai beladiri sejak kelas 2 SD dan mulai mengikuti kompetisi sejak kelas 4 SD. Hingga hari ini, Rafid sudah mengikuti 7 kali kompetisi dan juga selalu berhasil membawa medali dan piala.

Saat ditanya alasannya menyukai olahraga beladiri, Rafid menjawabnya dengan malu-malu. Beladiri disukai karena bisa digunakan untuk mencari pengalaman baru dan mudah mencari sekolah. Selain itu, ada kesempatan juga jalan-jalan ke luar daerah.

“Tanding di Kediri Jawa Timur jadi kenangan yang paling berkesan” tutur anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Surono dan Ngatini. Saat ini, Rafid tinggal bersama orang tuanya di Jenalas, Gemolong, Sragen.

Menanggapi prestasi kedua anak ini, Kepala SMPN 3 Gemolong, Aris Sudarmanto, sangat bangga. Dia akan memberikan dukungan penuh kepada para siswa yang ingin meraih prestasi nonakademik. Prestasi ini bisa diperoleh dari ekstrakurikuler yang disediakan sekolah maupun kegiatan di luar sekolah. Sekolah berjanji memberikan kemudahan bila anak-anak yang berprestasi ini akan mengikuti kompetisi.

“Anak memang perlu diajak berkompetisi untuk meningkatkan kemampuannya. Juara bukanlah target utama, melainkan imbas dari cucuran keringan akibat rajin berlatih. Yang terpenting adalah terbentuk jiwa sportif dan berpikir positif” jelasnya.

Leksono/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *