Mafindo Semarang Pelatihan “AI Goes to School” MGMP Geografi Jawa Tengah

SEMARANG, SUARASOLO.id – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Semarang kembali menggelar kegiatan AI Goes to School (AIGTS) secara offline pada Kamis (13/11/2025) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Jawa Tengah.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 guru Geografi dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan merupakan bagian dari program unggulan MAFINDO yang menargetkan pendampingan 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini mendapat dukungan dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Pelaksanaan ini menjadi wujud komitmen Mafindo dalam mendorong para pendidik untuk tidak hanya memahami konsep kecerdasan artifisial (AI), tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran secara etis, kreatif, dan berdampak bagi siswa.

Trainer AI Goes to School wilayah Semarang, Fiskal Purbawan, dalam sesi pembuka menyampaikan pentingnya mengubah cara pandang guru terhadap AI.

“Tantangan terbesar kita bukanlah takut digantikan oleh AI, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya untuk membebaskan waktu guru dari pekerjaan administratif, agar bisa fokus menjadi mentor dan pengembang karakter siswa,” ujarnya.

Fiskal juga menekankan bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu yang memberdayakan, bukan menggantikan.

“Guru tetap menjadi pusat dari proses pembelajaran. AI hanya membantu memperkuat peran itu dengan cara yang lebih efisien dan menarik,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan aplikatif. Para peserta diajak untuk mengenal berbagai aplikasi berbasis AI yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran, mulai dari pembuatan media ajar otomatis, manajemen prompt, hingga penerapan etika digital di lingkungan sekolah.

Salah satu peserta, Eko Rizqa mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti pelatihan.

“Pelatihan ini membuka wawasan saya. Ternyata AI bisa digunakan untuk membuat soal, bahan ajar, dan pembelajaran sehari-hari. Tapi yang lebih penting, kami jadi paham etika penggunaannya agar tetap berpihak pada nilai-nilai pendidikan,” ungkapnya.

Para guru terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir sesi. Mereka aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mencoba langsung berbagai fitur AI yang relevan dengan pembelajaran Geografi. Banyak di antara mereka menyebut kegiatan ini membuka wawasan baru tentang potensi teknologi dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Mafindo Semarang berharap dapat memperkuat literasi digital dan etika teknologi di kalangan pendidik, serta mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif di era kecerdasan buatan.

C. Gunharjo L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *