Foto: Kemendikdasmen
JAKARTA, SUARASOLO.id — Setelah libur Idulfitri 1447 H dan Libur Hari Suci Nyepi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan pemantauan ke sejumlah satuan pendidikan dari berbagai jenjang dan wilayah. Mulai dari Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi. Di sekolah, para pejabat Kemendikdasmen bertindak sebagai pembina upacara. Kunjungan ini tidak hanya membangkitkan semangat dan motivasi guru dan murid namun juga menjadi tanda dimulainya pembelajaran yang harus dijalankan dengan mengutamakan keluhuran nilai yang harus dijunjung tinggi generasi muda Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya penguatan karakter peserta didik melalui internalisasi Ikrar Pelajar Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara bendera bersama siswa SMA Negeri 28 Jakarta, Senin (30/3).

Dalam amanatnya, Wamen Atip menekankan bahwa Ikrar Pelajar Indonesia harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan pembentukan profil dan karakter pelajar yang mandiri.
Poin pertama yang disoroti adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, nilai tersebut harus dimaknai dengan seluas-luasnya dan tercermin dalam perilaku nyata, salah satunya melalui sikap jujur dalam proses belajar. “Kejujuran adalah pangkal dari prestasi dan capaian-capaian pembelajaran yang kita tetapkan. Itu harus kita implementasikan dalam aktivitas dan pembelajaran kita,” ujar Wamendikdasmen di Jakarta, Senin (30/3).
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi dalam pendidikan. Ia menekankan pentingnya penghormatan kepada orang tua atas peran mereka dalam kehidupan anak. Sementara itu, penghormatan kepada guru menjadi kunci terciptanya proses pembelajaran yang efektif. “Penghormatan kepada guru adalah pilar penting untuk terciptanya proses pembelajaran yang baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wamen Atip menegaskan bahwa tugas utama pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menyoroti peran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tidak hanya sebatas menyediakan akses pendidikan, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan yang bermutu. Menurutnya, peserta didik juga memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.
“Jadi adik-adik semua memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian penting dari hadirnya pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Wamendikdasmen turut mengapresiasi kondisi SMA Negeri 28 Jakarta yang dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang sangat baik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, sehat, resik, dan indah, sejalan dengan gagasan sekolah ASRI yang dicanangkan pemerintah.

Salah satu siswa SMA Negeri 28 Jakarta, Umar Nur Hakim, mengaku antusias dapat mengikuti upacara bersama Wamen Atip. Ia menyampaikan bahwa pesan yang disampaikan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya Ikrar Pelajar Indonesia. “Tadi Pak Wamen menjelaskan tiap poin dalam ikrar pelajar dan bagaimana pentingnya kita melaksanakan itu semua dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Umar.
Leksono

