Melestarikan Budaya Jawa, Melalui Pelatihan Pamedar Sabda

Foto : Kominfo Karanganyar

Bahasa Jawa merupakan bahasa Ibu bagi masyarakat Jawa. Bahasa Jawa masih banyak digunakan sebagai sarana komunikasi sehari-hari oleh masyarakat, terutama di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Bupati Karanganyar Rober Christanto, SE,MM

Di era sekarang ini, semakin sedikit anak-anak muda atau generasi muda yang memahami dan fasih dalam berbahasa Jawa, khususnya Basa Krama Inggil.
Banyak dari mereka yang salah kaprah dalam menerapkan bahasa baik itu berkomunikasi dengan rekan sebaya ataupun dengan orang tua atau orang yang lebih tua.
Oleh karena itu, perlu upaya agar bahasa Jawa tetap lestari dan tidak dilupakan oleh generasi muda saat ini.
Seperti yang dilaksanakan Pemkab Karanganyar menggelar Pelatihan Pamedar Sabda, di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar beberapa waktu lalu.
Bupati Karanganyar Rober Christanto, SE,MM membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Pamedar Sabda yang diselenggarakan oleh Bidang Kerohanian, Olahraga, dan Sosial Budaya Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Karanganyar pada 3 Juli 2025 lalu.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan ASN dari berbagai perangkat daerah di Kabupaten Karanganyar. Adapun tujuan pelatihan yaitu melestarikan bahasa dan budaya Jawa, sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar mengapresiasi inisiatif DP KORPRI Kabupaten Karanganyar yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut.
“Pelestarian Budaya harus dimulai dari aparatur pemerintah, agar tidak tercerabutdari akar budaya sendiri dalam melayani masyarakat, “ kata Rober Christanto.
Bupati Rober menambahkan pelatihan semacam ini merupakan langkah nyata ASN Karanganyar dalam menjaga jati diri budaya bangsa.
“Kegiatan ini juga sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan ASN tidak hanya cakap dalam tugas birokrasi tetapi juga menjadi pelaku aktif pelestarian budaya. Dan tidak jarang, ASN diminta menjadi pembawa acara, pasrah manten atau mengenakan busana adat Jawa dalam berbagai kegiatan. Dan warisan Budaya yang luar biasa ini perlu dijaga bersama agar tetep lestari.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Camat Karanganyar Sutarmo, SE, MM dan Praktisi Wedding Organizer, Nunuk Purwati, SPd.
Adapun materi yang disampaikan meliputi tuladha atur pambagya, pembagya ing pahargyan mantu dan pasrah tinampi, yang merupakan bagian penting dalam tradisi lisan dan tata upacara masyarakat Jawa.
Ketua KORPRI Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa, serta membekali keterampilan sebagai pembawa acara dalam tradisi Jawa bagi para ASN.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, ASN mampu memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai budaya Jawa dalam tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” terang Timotius Suryadi.
Timotius Suryadi menambahkan, keterampilan tersebut penting, mengingat ASN kerap atau sering menjadi tokoh masyarakat dalam berbagai acara seperti pernikahan dan kegiatan masyarakat lainnya.

V A PAULO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *