Mafindo dalam kegiatan litearsi digital di SD Kristen Petra 13 Pondok Tjandra. Foto: Dokumentasi
SIDOARJO, SUARASOLO.id
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Sidoarjo menghadirkan kegiatan literasi digital bertajuk “Literasi Digital Anak: Stand Up, Speak Up, Stop Bullying” di SD Kristen Petra 13 Pondok Tjandra, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 118 siswa kelas 6 dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai bullying, cyberbullying, etika digital, serta pentingnya menjaga jejak digital sejak dini.

Menghadirkan narasumber Inayah Sri Wardhani dan Monica Maharani Harsono, dengan dukungan fasilitator Rovien Aryunia, Rr. Ariestha, dan Tri Puput Wahyuono.
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak memahami berbagai jenis perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya keberanian untuk bersikap ketika melihat tindakan bullying di lingkungan sekitar. Selain itu, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai cyberbullying dan jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini merupakan kolaborasi edukatif antara MAFINDO Sidoarjo dan SD Kristen Petra 13 Pondok Tjandra. Materi edukasi diberikan selama 1,5 jam dan dilanjutkan dengan sesi diskusi senyap selama 30 menit untuk memperkuat pemahaman siswa dengan cara yang menyenangkan. Hasil diskusi menjadi data yang dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.
Materi turut membahas edukasi terkait Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Sederhananya, PP TUNAS adalah aturan dari pemerintah untuk melindungi anak di ruang digital, seperti media sosial, game online, dan platform digital lainnya. Aturan ini mewajibkan platform digital/PSE untuk menyaring konten berbahaya, menyediakan mekanisme pelaporan, serta menindaklanjuti laporan secara cepat dan transparan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Inayah Sri Wardhani dan Monica Maharani Harsono, dengan dukungan fasilitator Rovien Aryunia, Rr. Ariestha, dan Tri Puput Wahyuono.
Salah satu peserta bernama Snow mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Senang bisa bertemu dengan MAFINDO Sidoarjo dan mendapatkan pengetahuan baru, jadi lebih paham tentang jejak digital,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu narasumber menyampaikan harapannya agar edukasi digital bagi anak terus diperluas. “Kami berharap akan semakin banyak anak yang lebih paham bagaimana beretika di dunia digital yang memang sudah familiar dalam kehidupan mereka, serta mampu menyebarkan hal positif di media sosial untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, MAFINDO Sidoarjo berharap siswa tidak hanya memahami bahaya bullying dan cyberbullying, tetapi juga mampu menjadi generasi muda yang bijak, berani bersikap, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Leksono

