Foto : IGfifaworldcup
FOXBOROUGH, SUARASOLO.id — Kiper Paraguay Orlando Gill sukses menjadi pahlawan kemenangan tim saat menyingkirkan Jerman lewat drama adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berikut profil Orlando Gill, kiper 198 cm yang sukses bantu Paraguay singkirkan Jerman.
Paraguay secara mengejutkan sukses menyingkirkan Jerman 4-3 (1-1) dalam adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Gillette Stadiun, Foxborough, Selasa (30/6) dini hari.

Kemenangan Paraguay dalam laga ini tak lepas berkat ketangguhan kiper Orlando Gill yang mampu memblok dua eksekutor penalti Jerman.
Orlando Gill adalah kiper termuda dalam skuad Paraguay di Piala Dunia 2026. Usianya 26 tahun sementara dua kiper Paraguay Gatitito Fernandez berusia 38 dan Gaston Olveira berusia 33 tahun.

Dengan postur 198cm dan punya refleks yang baik, Orlando Gill sukses memberikan ketenangan bagi Paraguay di bawah mistar.
Orlando Gill kini bermain bersama klub Argentina, San Lorenzo.
Belanda Gagal Lolos Ke Babak 16 Besar
Di pertadingan 32 besar lainnya, Belanda secara mengejutkan kalah dari Maroko melalui Drama Adu Pinalti.
Sebuah laga sengit tersaji di Monterrey ketika tim nasional Maroko sukses melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Belanda. Melalui pertarungan melelahkan selama 120 menit yang berakhir seri 1-1, Maroko akhirnya mengunci kemenangan 3-2 pada babak adu penalti.

Belanda sebenarnya hampir mengamankan tiket lolos berkat gol Cody Gakpo di pertengahan babak kedua. Gol ini terasa sangat emosional bagi penyerang Liverpool tersebut, yang baru saja berduka atas kehilangan putranya yang meninggal sebelum dilahirkan beberapa hari lalu. Namun, keunggulan Belanda pimpinan Virgil van Dijk itu buyar di menit-menit akhir waktu normal. Pemain Maroko, Issa Diop, berhasil menyambut umpan silang Chemsdine Talbi dengan sundulan yang tidak mampu dihalau kiper Bart Verbruggen, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Pertandingan berjalan dengan tensi sangat tinggi di bawah kepemimpinan wasit asal Brasil, Wilton Sampaio. Sejak babak pertama, benturan fisik antarpemain kerap terjadi, seperti insiden sikutan Ismael Saibari ke wajah Jan Paul van Hecke, hingga momen van Hecke yang mengalami pendarahan di kepala akibat duel udara. Kedua tim saling jual beli serangan; kiper Maroko Yassine Bounou sempat menggagalkan peluang emas Micky van de Ven, sementara Verbruggen juga tampil gemilang di bawah mistar Belanda dengan menepis peluang emas dari Neil El Aynaoui, Achraf Hakimi, dan Soufiane Rahimi.

Memasuki babak adu penalti, Maroko sempat berada di ambang kecemasan setelah eksekusi pertama El Aynaoui membentur tiang gawang. Kendati demikian, Atlas Lions mampu membalikkan situasi. Kiper veteran Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan dengan mementahkan tendangan penalti keempat Belanda yang diambil oleh Crysencio Summerville. Ismael Saibari yang maju sebagai penendang penentu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan sukses menyegel kemenangan Maroko. Di babak 16 besar nanti, Maroko sudah ditunggu oleh Kanada dalam laga yang akan digelar di Houston hari Sabtu ini.
V.M RISTO

