Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id — Puluhan pemuda Karang Taruna dari berbagai kelurahan di Kota Solo mengikuti Seminar Sambung Rasa bertajuk “Generasi Muda Peduli Pancasila” di Aula Monumen Pers Nasional Surakarta, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.
Acara dialog interaktif tersebut diselenggarakan oleh Perisai Pancasila yang bekerja sama dengan Pusat Study Pengamalan Pancasila (PSPP) Universitas Sebelas Maret (UNS) serta PWI Surakarta.

Inisiator Perisai Pancasila, Amy Suratmi Kadiono, menyatakan bahwa generasi muda memegang peran penting dalam menjaga eksistensi Pancasila di tengah perkembangan zaman. Ia menekankan pentingnya membangun semangat nasionalisme lewat kegiatan kreatif yang dekat dengan anak muda, salah satunya dengan menyanyikan lagu-lagu nasional.
“Kami ingin menggerakkan anak-anak muda agar lebih mencintai bangsa dengan cara yang menyenangkan. Harapannya mereka tidak hanya memahami Pancasila, tetapi juga berperan aktif menggelorakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amy.
Selain itu, Amy menambahkan bahwa Perisai Pancasila mendorong lahirnya wadah kepemudaan sebagai ruang penyaluran kreativitas dan pembinaan karakter. Melalui wadah ini, generasi muda diharapkan dapat saling berkolaborasi serta menjadi pelopor dalam menghidupkan kembali semangat Pancasila di lingkungan tempat tinggal mereka.

Nara sumber lainnya, Kepala Pusat Study Pengamalan Pancasila (PSPP) UNS, Prof. Dr. Triyanto, SH., M.Hum, menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dimulai dari kehidupan sehari-hari.
“Mari kita menelaah kembali Pancasila dan mengamalkannya, baik dari bawah ke atas maupun dari atas ke bawah. Pengamalan Pancasila dimulai dari rumah tangga. Hal sederhana seperti memastikan dapur tetap ‘ngebul’ dan keluarga sejahtera merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
Dia juga menegaskan pentingnya menghadirkan rasa keadilan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai salah satu wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menyoroti pentingnya peran media massa dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digital yang penuh tantangan.
Menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan konten positif sekaligus menjaga persatuan bangsa.
“Media memiliki peran penting dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di era digital. Anak-anak muda harus menjadi agen perubahan karena saat ini nilai-nilai Pancasila mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” katanya.
Dia menilai pendidikan Pancasila saat ini sudah tidak sekuat beberapa dekade lalu sehingga diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan.
“Dulu pendidikan Pancasila sangat kuat diajarkan di sekolah. Sekarang nilai-nilai itu mulai luntur. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memperbaikinya agar Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.
Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta Karang Taruna. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
VA PAULO /*

