Riset Grup Eduscape FKIP UNS Perkuat Kompetensi Guru Sosiologi Kota Surakarta, melalui Workshop Capaian Pembelajaran Sosiologi Fase F

Foto : Dokumentasi

SURAKARTA, SUARASOLO.id – Perubahan kebijakan kurikulum menuntut guru untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, Riset Grup Eduscape Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penguatan Pemahaman Capaian Pembelajaran (CP) Sosiologi Fase F bagi guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kota Surakarta pada Senin (29/6/2026).

Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para guru untuk memperdalam pemahaman terhadap Capaian Pembelajaran (CP) terbaru sekaligus meningkatkan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pembaruan informasi, tetapi juga berkesempatan berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi kurikulum di kelas.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS dalam mendampingi guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Sosiologi di sekolah. Sebelum sesi materi dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk memetakan tingkat pemahaman awal mengenai Capaian Pembelajaran Sosiologi terbaru Tahun 2025. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan workshop sehingga materi yang diberikan dapat menjawab kebutuhan peserta secara lebih tepat.

Pada sesi utama, narasumber Harto Wicaksono, M.A mengajak peserta memahami perubahan paradigma pembelajaran melalui konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pengalaman belajar yang joyful, mindful, dan meaningful. “Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penguasaan materi semata, tetapi harus mampu membangun kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan bermakna bagi peserta didik, “ ungkap Harto Wicaksono.

Selain membahas konsep pembelajaran mendalam, narasumber juga mengulas materi-materi esensial dalam mata pelajaran Sosiologi serta menjelaskan substansi Capaian Pembelajaran Sosiologi Fase F yang menjadi acuan terbaru bagi guru. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Setelah pemaparan materi, peserta aktif menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman mengajar, serta mendiskusikan berbagai praktik baik dalam implementasi kurikulum di sekolah masing-masing. Diskusi ini memperkaya wawasan peserta sekaligus memperkuat jejaring profesional antaranggota MGMP Sosiologi Kota Surakarta.

Sebagai tindak lanjut dari sesi materi, peserta kemudian bekerja secara kolaboratif menyusun bahan ajar Sosiologi Fase F. Pendampingan ini memberikan kesempatan bagi guru untuk langsung menerapkan konsep yang telah dipelajari ke dalam perangkat pembelajaran yang siap digunakan di kelas. Dengan demikian, hasil workshop tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk pembelajaran yang aplikatif.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti workshop. Evaluasi tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan pengembangan profesional yang berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kapasitas guru dalam mengimplementasikan Capaian Pembelajaran terbaru secara efektif.

Melalui workshop ini, Riset Grup Eduscape FKIP UNS kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi guru dalam menghadapi dinamika perubahan pendidikan. Sinergi antara perguruan tinggi dan MGMP diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran Sosiologi yang inovatif, bermakna, dan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *