Pembelajaran Bilingual Efektif dan Relevan Sesuai Tuntutan Zaman

Solo, Suarasolo.id

Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas profesionalisme guru di era global. Hal ini disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo Sri Sayekti.

Pernyataan itu disampaikan saat memberi sambutan pada acara Workshop Membangun dan Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dalam Menghadapi Tantangan Global di Hotel Sahid Jaya Solo, Selasa (24/6/2025).

“Workshop ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 23 hingga 24 Juni 2025, diikuti oleh 3 sekolah Perguruan Muhammadiyah Surakarta. Peserta terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru,” ujar Sri Sayekti.

Sekolah mengundang tiga pemateri Fitri Kurniawan SPd Mres Ed, Yeny Prastiwi PhD dan Dr Mujazin MA dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hadir membersamai dalam acara tersebut Pengawas SD Gugus II Korwil III Kecamatan Banjarsari Kartono MPd.

Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan para guru memperoleh wawasan, keterampilan, serta motivasi baru yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara signifikan, sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan tuntutan zaman.

“Kami berharap dukungan dan partisipasi semua pihak untuk menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan kunci yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik.

Peran guru sebagai pendidik profesional semakin kompleks. Sekolah bilingual dituntut tidak hanya memberikan pendidikan dalam dua bahasa, tetapi juga menyiapkan peserta didik untuk mampu bersaing di tingkat global.

“Dalam konteks ini, penguasaan bahasa Inggris oleh para guru menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berstandar internasional,” bebernya.

Bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga menjadi media utama dalam mengakses berbagai referensi ilmiah, metode pembelajaran modern, serta informasi global yang relevan dengan dunia pendidikan.

“Kami meyakini bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan kompetensi guru secara individual, tetapi juga bagi kemajuan institusi pendidikan secara keseluruhan,” tutupnya.

C. Gun L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *