GAMELAN: Dari Kampung ke Dunia, untuk Peradaban (3)
Oleh : Joko Ngadimin, S.Sn / Rumah Budaya INDONESIA SATU-Sekar Jagad
Saya selama tahun 2021 – 2025, telah memberikan berbagai workshop dan kelas budaya di sejumlah Perguruan Tinggi ternama, antara lain; Universidad de las Artes- Guayaquil, Universidad San Fransisco de Quito (USFQ), dan Universidad Tecnica de Ambato.

Joko Ngadimin mengajar teknik dasar gamelan Imbal mas, di kampus UArtes GYE
Di Perguruan Tinggi ini saya memberikan workshop gamelan dan tembang Jawa, dengan beberapa lagu atau gendhing gamelan antara lain; Lagu Manyar Sewu, Ilir-ilir, Lesung Jumengglung, Gareng Pung, Menghibur Diri di Quito (Karya cipta sendiri), Si Kancil, Lancaran AGUNG, Menthog-menthog, Gundul2 Pacul, Cublak2 Suweng, dll.

Workshop gamelan di Universidad USFQ, Universidad San Fransisco de Quito
Lagu-lagu dan gending-gending tersebut berpijak pada tema dan filosofis nilai ekologi-pertanian agraris, Harmony Alam –Dewa kesuburan Dewi Sri, yang semua itu sangat relevan dengan tradisi budaya masyarakat pertanian di wilayah pegunungan Andes, Ekuador.
Selain itu, saya juga memberi tutorial “Meditasi Gamelan” dengan media bebunyian, suara mulut, tembang, doa, dan mantra. Semua kegiatan ini sangat memperkuat nilai spirit ecology dan warisan budaya Nusantara.
Seni, Alam, dan Kuliner: Ekspresi Budaya Indonesia.
Didukung oleh Ibu Rani Kurniadi, selama kegiatan berlangsung juga digelar berbagai acara pendukung seperti: workshop dan pameran kuliner makanan tradisional Indonesia, pameran batik dan lukisan Indonesia, presentasi budaya, serta dialog lintas budaya di berbagai ruang publik, termasuk galeri seni dan forum kampus. Program ini memperlihatkan bahwa budaya Indonesia tidak hanya tampak dalam seni panggung, tapi juga terasa melalui cita rasa, warna, dan makna. (Bersambung)
Editor: C. Gunharjo L

