Solo, Suarasolo.id
Terlihat heboh, interaktif, antara narasumber dan siswa dalam kegiatan bertajuk Jangan Ada Kebencian di Antara Kita. Belajar Bersama tentang pentingnya menghargai keberagaman.
“Kita semua dilahirkan berbeda dengan beragam latar belakang. Berbeda suku, agama, ras, antar golongan. Atas perbedaan itulah, sering menimbulkan prasangka, kecurigaan, sehingga menjadi pertikaian dan pertengkaran di antara sesama,” kata Cosmas Gunharjo Leksono dari Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Solo Raya, Selasa (15/07/2025).
Rohmat Adi Prasetyo, S.M dari Kesbangpol Kota Surakarta menjelaskan sekilas tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, disingkat Kesbangpol. Kesbangpol untuk meningkatkan pesatuan dan kesatuan dan menjaga stabilitas politik, juga pembinaan organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan ini merupakan program dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta melalui Tim dan Sekretariat Terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Kota Surakarta.
Diskusi diawali tentang mitos dan fakta soal cantik harus berkulit putih dan kurus, orang Jawa Tengah lemah lembut, orang Batak pasti galak, laki-laki tak boleh memasak, hingga bermain dengan yang seagama saja.
Gunharjo melanjutkan, adanya prasangka yang berlebihan bisa berujung pada kebencian dan bullying. Nah, pada kesempatan itu juga diberikan ilmu tentang bahaya bullying baik di dunia maya maupun nyata.
“Di era digital sekarang ini, bullying di dunia nyata maupun dunia maya sama-sama berbahaya,’’ ucap Cosmas Gunharjo.
Kepala SMA Pangudi Luhur St Yosef Surakarta Br. Yohanes Sudarman, FIC., M.Pd., dalam hal ini diwakili Yohana Erika Yusnita, S.Pd.Si Guru Biologi, menyatakan pentingya edukasi keberagaman untuk siswa.
“Edukasi soal keberagaman sangat bagus diberikan ke siswa sejak dini saat MPLS sekaligus pembekalan literasi digital untuk siswa,” ujar Erika.
Kepala Kesbangpol Kota Surakarta Indardi, AP,SH MM, menyatakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta melalui tim dan sekretarian terpadu Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Kota Surakarta, bekerjasama dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Solo Raya menggelar kegiatan Penguatan Edukasi Keberagaman pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA). Selain Mafindo, narasumber dari Kemenag Kota Surakarta, Densus AT 88 Polri, dan Gema FKUB.**
Purwanto/Gun

