Asisten I Setda Kabupaten Boyolali Muhammad Arief Wardianta mengganti kain penutup makam (buka luwur). Jumat (18/7/2025) Foto: Humas Pemkab Boyolali
Boyolali, Suarasolo.id
Tradisi budaya yang menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Muharram atau bulan Sura bagi masyarakat Dukuh Pantaran, Desa Candisari, Kecamatan Gladagsari yakni Buka Luwur Makam Syech Maulana Ibrahim Maghribi kembali digelar. Tepat pada hari Jumat ketiga (18/7/2025) bulan Sura ini, dilaksanakan puncak upacara adat Buka Luwur di Makam Pantaran.
Selain Syech Maulana Ibrahim Maghribi, tokoh-tokoh yang dimakamkan di Makam Pantaran ini adalah Dewi Nawangwulan, Ki Ageng Pantaran, Ki Ageng Mataram dan Ki Ageng Kebo Kanigoro.
Pada acara Buka Luwur kali ini, Bupati Boyolali diwakili oleh Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Muhammad Arief Wardianta. Agenda kebudayaan ini juga dihadiri oleh Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari atau biasa disapa Gusti Moeng.
Ribuan masyarakat terlihat sudah memadati area sekitaran Makam Pantaran sedari pagi untuk mengikuti prosesi adat Buka Luwur tersebut. Acara diawali dengan Kirab Luwur atau kain penutup makam beserta sesaji, songsong atau payung, beberapa jenis bunga, dan disusul dibelakang terdapat beberapa gunungan hasil bumi.
Memasuki kawasan Makam Pantaran, Luwur, sesaji, songsong dan bunga diserahkan dari rombongan kirab kepada Bupati Boyolali yang diwakili oleh Asisten I Sekda dan kemudian diserahkan lagi kepada juru kunci makam. Selanjutnya dilakukan prosesi penggantian luwur di makam Syech Maulana Ibrahim Maghribi dan penaburan bunga diatas pusaranya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih menuturkan, terdapat beberapa rangkaian acara Buka Luwur tahun ini, yaitu Khotmil Al Qur’an di Makam Pantaran yang telah dilaksanakan Kamis (18/7/2025) lalu.
Kemudian prosesi upacara Buka Luwur hari ini, dan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan lakon Wahyu Katentreman oleh Dalang Ki Hadi Sugino besok Sabtu (19/7/2025) malam di Dukuh Pantaran.
“Maksud dan tujuannya adalah nguri-uri budaya dan adat istiadat asli peninggalan leluhur yang ada di daerah Pantaran dan mengembangkan pariwisata untuk menambah daya tarik wisata di kawasan wisata Gunung Merapi-Merbabu.” ujar perempuan yang akrab disapa Ning ini.
Membacakan sambutan Bupati Boyolali, Arief menyampaikan, kebudayaan lokal tidak hanya menjadi warisan saja, tetapi juga menjadi sarana yang bisa mendongkrak daya tarik wisata religi yang bisa menarik perhatian masyarakat di luar Kabupaten Boyolali.
Dilanjutkan olehnya, budaya, agama dan tradisi lokal sebagai pilar penting yang mendukung Kabupaten Boyolali menjadi kabupaten yang maju tetapi tetap memegang akar budaya dan spiritualitas masyarakatnya.
“Untuk itu saya mengajak seluruh warga masyarakat Boyolali, para pemuda, tokoh agama, dan pemangku budaya supaya tetap menjaga dan melestarikan adat istiadat karena itu sebagai jati diri kita semua.” ungkapnya.
Upacara adat Buka Luwur ini diakhiri dengan pembacaan dzikir dan Tahlil bersama-sama, yang kemudian disusul dengan perebutan gunungan hasil bumi oleh masyarakat yang menghadiri acara tersebut.
Gun/*

