SUARASOLO.id
Ontran-ontran kembali terjadi di Keraton Surakarta Hadiningrat, Minggu (18/1/2025), dalam penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta.
SK Nomor 8 tahun 2026 itu diserahkan kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan di Pendapa Sasana Sewaka, melangkahi Dua Raja Keraton Solo yaitu Purbaya dan Hangabehi.
Pada mulanya, acara tenang, tanpa tanda-tanda keributan atau ontran-ontran. Usai Lagu Indonesia Raya berkumandang, GKR Pakubuwana, ibunda PB XIV Purbaya didampingi GKR Panembahan Timoer Rumbai memasuki Sasana Sewaka, para pendukung PB XIV Purbaya berada barisan terdepan.
Fadli Zon berpidato, pihak pendukung PB XIV Purbaya membagikan fotokopi surat keberatan atas penunjukan KG-PA Tedjowulan sebagai pengelola Keraton Surakarta.
Begitu Fadli Zon selesai memberikan sambutan, acara penyerahan SK oleh Fadli Zon kepada KG-PA Tedjowulan.
Saat itu juga, GKR Panembahan Timoer mendadak berdiri di podium, dan berteriak lantang, kepada Fadli Zon dan tamu undangan.
“Saya minta waktu untuk bicara sebentar,” kata Timoer.
Abdi dalem Kerabat Keraton Solo, yang hadir pun berterian, turun-turun.
Suasana di Sasana Sewaka semakin panas. Mereka ada yang mendekat untuk meminta Timoer pergi dari lokasi.
Acara mulai mereda setelah ada doa penutup, dilanjutkan pergelaran kesenian Keraton Solo, sementara Menteri Fadli Zon berkeliling Keraton Surakarta Hadiningrat.
Gunharjo

