Cici Koko Domsavian Akulturasi Budaya Indonesia

Ajang pemilihan Cici dan Koko Domsav. Foto: Dokumentasi

SEMARANG, SUARASOLO.id

Sebagai aktualisasi akulturasi budaya di Indonesia. Dalam memperingati hari raya Imlek 2026, OSIS SMP Pangudi Luhur Domenico Savio (Domsav) mengadakan ajang pemilihan Cici dan Koko Domsav, Rabu (25/2/26). Kegiatan dilangsungkan di lapangan tengah sekolah penuh nuansa merah dengan tema “Harmony In lunar Fest.”
Peserta sebanyak masing-masing 33 (tiga puluh tiga) Cici dan Koko. Dengan artian setiap kelas wajib mengirimkan pasangan cici dan koko. Proses pertama pemilihan semua peserta menampilkan diri dalam catwalk dengan berpakaian ala mandarin. Sangat beragam dalam berpakaian mulai dari replika kaisar dan ratu Tiongkok, pakaian sehari-hari, pakaian kungfu sampai ada yang berpakaian ala Sun Go Kong.
Usai parade tokoh-tokoh Cina dilanjutkan penentuan sepuluh besar ( masing-masing lima koko dan cici). Namun disela-sela pemilihan semua siswa diminta membuat pernik-pernik atau lampion Imlek di kelas masing-masing. Di sela pemilihan dimeriahkan atraksi Barongsay, Orkestra Domsav, Modern Dance dan penampilan band Domsav. Sebagai yuri adalah Angelina Gunawan, S.T, M.Sc, masih berstatus komite sekolah orang tua murid. Kedua Valentin Sukma Ismaya Jati, 3 Puteri Lokantara Nasional 2025, oleh Loka Nuswantara Organization. Juara 3 Denok Kenang Semarang 2024, oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Yuri ketiga Cirilius Hari Setiawan (waka kesiswaan).
Para finalis masing-masing mengambil undian pertanyaan dan di tanya oleh Yuri berkenaan kemampuan intelektual tentang Imlek. Tidak hanya sekedar penampilan namun intelektual budaya Imlek juga menjadi bahan untuk tanya jawab. Sebagai Koko dan Cici Domsav 2026 adalah Koko – Michael Rama Bendiawan (9H) dan Cici – Francine Felicita Vianney (7H).
Kepala Sekolah dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan terlaksana dengan baik Dikatakan bahwa kegiatan ini disamping merupakan kegiatan ko kurikuler, juga melestarikan warisan budaya yang dimiliki oleh para Domsavian. Sekaligus merayakan Imlek, bagi sekolah, bukan saja bagi mereka yang merayakan, tetapi perayaan ini juga hendaknya dirasakan dan dialami oleh seluruh Domsavian. “Harapannya bisa menumbuhkan semangat toleransi dan saling menghargai budaya yang ada di SMP Pangudi Luhur Domenico Savio,” tandas Br. Anton.
Leksono/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *