UMS Kokohkan Posisi Sebagai PTS dan Kampus Islam Terbaik di Indonesia Versi THE & QS WUR 2026

Foto : Dokumentasi

SOLO, SUARASOLO.id – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses mempertahankan dominasinya di kancah internasional. Berdasarkan pemeringkatan terbaru dari dua lembaga kredibel dunia, Times Higher Education (THE) dan Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings 2026, UMS resmi menyandang gelar sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sekaligus kampus Islam terbaik di Indonesia.

Dalam rilis THE World University Rankings 2026, UMS berhasil menduduki peringkat pertama nasional untuk kategori kampus swasta, bersanding dengan Binus University. Prestasi ini kian mentereng karena UMS juga mencatatkan skor 60,5 pada indikator kualitas riset, yang menempatkannya di posisi puncak secara nasional dalam aspek tersebut.

Diketahui, UMS bertahan di posisi 741-750 berdasar pemeringkatan QS World University Rankings Asia 2026. Sementara itu, di QS World University Rankings Sustainability 2026, UMS berada pada rentang peringkat global 1401-1500.

Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan posisi dan reputasi kampus di tingkat nasional maupun internasional.

“THE dan QS harus kita seriusi, karena ini adalah pemeringkatan yang diakui oleh pemerintah,” ujar Prof. Harun pada Sabtu (7/3).

Meskipun telah meraih peringkat papan atas, Prof. Harun menekankan bahwa UMS tidak akan berpuas diri. Menurutnya, segala bentuk pemeringkatan internasional akan terus dijadikan acuan untuk melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.

Suasana antrian di ruang admisi PMB UMS

Prof Harun mengungkap, tata kelola dan pengembangan UMS senantiasa mengedepankan proses transformasi yang progresif, berkelanjutan, berdampak, bereputasi, serta berkontribusi sebagai penggerak perubahan.

Oleh karena itu, tata kelola dan pengembangan UMS baik dalam bidang akademik maupun kelembagaan dilandaskan pada pilar inovasi tanpa henti yang adaptif, produktif, progresif, dan moderatif, terutama dalam pelaksanaan catur dharma.

Sementara itu, Direktur Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Nurgiyatna, Ph.D., menjelaskan bahwa perangkingan bukan sekadar persoalan posisi atau angka.

Menurutnya, dengan mengikuti pemeringkatan, kampus akan lebih mudah membangun jejaring, terutama dengan perguruan tinggi unggul di luar negeri.

Upaya keikutsertaan dalam pemeringkatan perguruan tinggi global, lanjutnya, semestinya dijalani dan dimaknai sebagai bagian dari fastabiqul khairat, yang dibangun melalui langkah-langkah substantif dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.

“Ranking kita gunakan sebagai patokan universitas yang bagus, unggul, dan berkelas internasional menjadikan institusi kita institusi yang unggul dan berkemajuan,” imbuhnya.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *