RSUD Margono Soekarjo Ditargetkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

Foto : Humas Jateng

KUDUS, SUARASOLO.id  — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi membidik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo Purwokerto untuk menjadi pusat utama atau hub layanan kesehatan di wilayah Banyumas Raya. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah.

Target tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat melakukan peninjauan ke RSUD Margono Soekarjo, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno.

“Jadi hub-nya itu RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya rumah sakit di sekitarnya,” kata Ahmad Luthfi.

Untuk mewujudkan target besar tersebut, Ahmad Luthfi menginstruksikan manajemen RSUD Margono Soekarjo agar segera meningkatkan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait.

Kerja sama ini diharapkan terjalin secara vertikal maupun horizontal, meliputi Perguruan Tinggi, Untuk menyokong riset dan pemenuhan tenaga medis dan Rumah Sakit, berkolaborasi aktif dengan rumah sakit milik pemerintah daerah (RSUD kabupaten/kota) hingga rumah sakit swasta di sekitar Banyumas Raya.

Luthfi menandaskan bahwa orientasi pembangunan di Jawa Tengah menempatkan layanan dasar kesehatan sebagai prioritas utama dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Selain memperkuat infrastruktur rumah sakit sebagai pusat rujukan, Pemprov Jateng juga fokus pada pemerataan layanan hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu program andalan yang akan digenjot adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Menurut Luthfi, program Speling terbukti sangat efektif untuk memangkas jarak pelayanan medis bagi warga di pelosok desa. Hubungan kolaboratif antara RSUD Margono Soekarjo dan rumah sakit satelit di sekitarnya akan menjadi kunci utama kesuksesan program jemput bola ini.

“Masyarakat di tingkat bawah (desa) itu lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung. Jadi saya ingin dorong seluruh dokter spesialis, tidak usah menunggu instruksi Gubernur atau Kepala Dinas. Langsung jalan dan ada evaluasi,” tegas Luthfi.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono Soekarjo, dr Heri Dwi Purnomo mengatakan, jumlah karyawan di RSUD Margono Soekarjo sebanyak 2.204 orang. Terdiri atas 154 dokter, 847 perawat/bidan, 519 tenaga medis lainnya, dan 683 tenaga non medis.

RSUD Margono Soekarjo juga ada beberapa layanan unggulan yang saat ini sudah berjalan di rumah sakit tersebut. Di antaranya layanan bedah saraf, layanan jantung, layanan uronefrologi, dan maternal peringatan.

Jumlah pasien yang dilayani (sampai dengan April 2026) meliputi 9.888 IGD, 134.632 rawat jalan, dan 17.698 rawat inap. Dari jumlah itu, sekitar 38% pasien BPJS PBI, 55% BPJS non PBI, 6% pasien umum, dan 1% lainnya.

Berdasarkan asal daerah meliputi Banyumas 42%, Purbalingga 13%, Banjarnegara 7%, Cilacap 16%, Kebumen dan Pemalang masing-masing 2%, Brebes 6%, Wonosobo dan Tegal masing-masing 1%, dan daerah lainnya 8%.

“Rata-rata kunjungan rawat jalan 1.432 pasien perhari,” ujar Heri.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *