Foto : Diskominfo Wonosobo
SEMARANG, SUARASOLO.id — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo berkomitmen mengubah wajah media digital pemerintah agar tidak lagi kaku dan seremonial. Ke depan, kanal informasi publik akan dikemas lebih humanis, berbasis data, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh perwakilan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Wonosobo bersama Direksi LPPL Radio Pesona FM saat menghadiri Jateng Media Summit 2026 di Semarang, yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah ini mengusung tema “Optimalisasi Konten & Website untuk Menjangkau Targeting Audiens”. Forum tahunan ini difokuskan sebagai sarana penguatan kapasitas pengelolaan komunikasi publik bagi pemerintah daerah dalam menghadapi pesatnya perkembangan media digital, media sosial, serta teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence/AI.

Pada sesi tata kelola komunikasi digital pemerintah daerah, para narasumber menekankan bahwa media sosial dan website pemerintah harus mampu menjadi corong informasi utama yang cepat, akurat, terbuka, dan membangun kepercayaan publik. Pemerintah daerah juga diingatkan terhadap tantangan disinformasi, hoaks, manipulasi konten, hingga risiko krisis komunikasi di era digital yang serba cepat.
Selain itu, peserta mendapatkan penguatan terkait strategi produksi konten digital yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat. Konten pemerintah dinilai perlu bergerak dari pola komunikasi yang terlalu formal dan seremonial menuju konten yang lebih relevan, mudah dipahami, serta mampu menjawab kebutuhan informasi warga. Penggunaan bahasa populer, pendekatan edukatif, hingga penguatan unsur human interest menjadi salah satu poin penting dalam pengelolaan media pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas pemanfaatan teknologi AI dalam produksi konten komunikasi publik. Teknologi AI dinilai dapat membantu efisiensi pengelolaan media digital pemerintah, mulai dari pengolahan data hingga penyusunan konten. Namun demikian, penggunaannya tetap perlu memperhatikan aspek keamanan, etika, dan sentuhan humanis agar komunikasi publik tetap terasa dekat dengan masyarakat.

Bagi Diskominfo Wonosobo, keikutsertaan dalam forum ini menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi komunikasi publik daerah. Saat ini Diskominfo Wonosobo mengelola berbagai kanal media informasi pemerintah daerah, mulai dari website resmi, media sosial, Web TV, hingga LPPL Radio Pesona FM sebagai media penyiaran publik daerah yang berperan dalam penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Selain penguatan komunikasi digital pemerintah, forum ini juga membahas tantangan dan peluang media lokal di tengah disrupsi digital. Media daerah dinilai memiliki kekuatan pada kedekatan dengan masyarakat, isu lokal, serta kemampuan membangun community engagement. Hal tersebut dinilai relevan dengan pengembangan konten lokal Wonosobo yang selama ini terus didorong melalui berbagai platform media milik pemerintah daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Jateng Media Summit 2026, Diskominfo Wonosobo berharap pengelolaan media pemerintah daerah dapat semakin adaptif, informatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penguatan strategi konten, optimalisasi media digital, serta peningkatan kualitas komunikasi publik diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi pemerintah daerah.
V.M RISTO /*

