Foto : Humas Jateng
TEMANGGUNG, SUARASOLO.id — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk segera melakukan survei menyeluruh terkait akses pendidikan di kawasan lereng gunung dan daerah terpencil. Langkah tegas ini diambil demi mewujudkan pemerataan pendidikan bagi warga yang tinggal di wilayah lereng Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, hingga kawasan terisolasi seperti Kecamatan Bruno di Purworejo.
Perintah tersebut diterbitkan menyusul adanya aduan langsung dari Bupati Magelang, Bupati Temanggung, dan Bupati Purworejo dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026). Para kepala daerah tersebut mengeluhkan masih adanya kendala akses pendidikan yang dihadapi warga mereka di wilayah pelosok.
Merespons keluhan itu, Ahmad Luthfi meminta jajarannya bergerak cepat untuk memetakan persentase anak putus sekolah serta mengidentifikasi akar masalahnya secara spesifik, baik karena faktor geografis maupun ekonomi.

“Tolong Dinas Pendidikan adakan survei di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo, lereng Merbabu, dan Sumbing. Anak yang putus sekolah karena jaraknya jauh itu berapa, laporkan saya. Terus yang tidak bisa sekolah karena miskin ekstrem itu berapa,” tegas Luthfi saat memberikan arahan.
Pemprov Jateng memberikan perhatian serius terhadap layanan pendidikan. Sebab, salah satu parameter kesejahteraan masyarakat adalah pendidikan. Pada 2025 lalu, Pemprov Jateng mengalokasikan biaya pendidikan gratis bagi 5.000 anak keluarga miskin di sekolah-sekolah swasta melalui program kemitraan.
“Bagi yang putus sekolah kita biayai untuk sekolah, baik pakaian, buku, seragam, dan sebagainya,” imbuhnya.

Selain untuk mengetahui data detail anak putus sekolah, survei juga untuk mengetahui keberadaan fasilitas pendidikan seperti SMAN atau SMKN di wilayah tersebut. Bila memang diperlukan untuk dibangun sekolah negeri dan lahannya ada, maka akan langsung dimasukkan ke anggaran untuk pembangunan.
“Contoh di Temanggung ada 7 daerah blank spot, itu coba direduksi. Kalau ada tanah langsung bangun,” tandas Luthfi.
Belum lama ini Ahmad Luthfi juga telah meresmikan SMA Negeri 1 Kemalang Kabupaten Klaten, yang sebelumnya merupakan daerah blankspot. Sekolah tersebut berada di Lereng Gunung Merapi.

Sebelumnya, Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta agar ada penambahan SMA di daerah Lereng Sumbing yakni Kecamatan Kaliangkrik dan Kajoran. Penambahan tersebut dikarenakan daerah tersebut belum ada SMA/SMK Negeri.
Bupati Temanggung Agus Setyawan juga menyampaikan bahwa ada 7 daerah yang masuk dalam blank spot. Ia meminta agar Pemprov Jateng bisa mendorong agar segera ada SMA di daerah-daerah tersebut. Begitu juga tentang kesiapan Sekolah Rakyat yang saat ini baru memiliki lahan sekitar 5 hektare.
“Untuk lahan Sekolah Rakyat sedang kami upayakan memindahkan warga, karena status tanahnya sekarang dipinjam untuk 24 KK. Kami juga minta hibah tanah 2,5 hektare mukim provinsi yang ada di sebelahnya,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Bupati Purworejo Yuli Hastuti yang meminta agar ada SMK Negeri di wilayah Kecamatan Bruno. Sebab, daerah tersebut salah satu yang padat penduduk dan banyak kemiskinan ekstrem.
“Sudah siap lahan desa 4 hektare, sudah komunikasi juga dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami minta dukungan Gubernur agar segera terealisasi,” katanya.
VA PAULO /*

