Dukung Kirab 1 Suro, Wong Solo Grup Tuai Apresiasi dari Keraton Surakarta

Foto : Dokumentasi

SOLO, SUARASOLO.id — Pelaksanaan prosesi Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan lancar. Suksesnya gelaran budaya tahunan ini tidak lepas dari dukungan penuh pengusaha nasional sekaligus Pemilik (Owner) Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo, dalam menjaga kelestarian budaya Jawa.

​Dukungan konsisten tersebut menuai apresiasi mendalam dari pihak otoritas keraton. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah—yang akrab disapa Gusti Moeng—menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi nyata Puspo Wardoyo beserta keluarga.

GKR. Wandansari Koes Moertiyah

​”Semoga Gusti Allah melipatgandakan segala kebaikan yang telah diberikan kepada Keraton,” ujar Gusti Moeng usai rangkaian prosesi kirab di lingkungan Keraton Surakarta, Selasa malam (16/6/2026).

​Menurut Gusti Moeng, kepedulian yang ditunjukkan oleh pemilik jaringan kuliner nasional tersebut bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan wujud cinta mendalam terhadap peradaban Jawa dan para pelakunya.

​Gusti Moeng menambahkan bahwa rekam jejak Puspo Wardoyo dalam mendukung kegiatan adat dan komunitas seni di Solo sudah tidak diragukan lagi.

​“Saya mengenal Bapak Puspo Wardoyo sebagai sosok yang sangat cinta budaya, sangat perhatian kepada seniman dan budayawan, serta memiliki niat besar untuk ikut melestarikan kebudayaan, khususnya budaya Jawa,” kata Gusti Moeng.

Pada kesempatan yang sama, Gusti Moeng menjelaskan bahwa malam itu Keraton Surakarta menggelar prosesi penyiraman pusaka dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa Be 1960.

Prosesi sakral tersebut diawali sejak pukul 19.00 WIB dengan penyiraman sebanyak 14 pusaka keraton yang terdiri dari tombak pusaka serta sejumlah benda peninggalan leluhur Keraton Surakarta Hadiningrat.

“Harapannya tahun yang baru membawa kebaikan yang lebih baik lagi, khususnya bagi Keraton Surakarta Hadiningrat. Yang kurang baik kita tinggalkan, dan semoga Allah memberikan keselamatan, kesehatan, serta rezeki yang terus mengalir,” tuturnya.

Terkait jumlah pusaka yang disiram, Gusti Moeng menyebut ada sebanyak 14 pusaka turut menjalani prosesi jamasan sebagai bagian dari tradisi menyambut pergantian tahun Jawa.

Malam 1 Suro tahun ini juga mendapat perhatian luas dari masyarakat. Gusti Moeng mengungkapkan antusiasme pengunjung sangat tinggi hingga memenuhi area Keraton.

Selain masyarakat umum, sejumlah pejabat dari Kementerian Kebudayaan turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk jajaran Direktorat Jenderal Kebudayaan dan pejabat yang membidangi pelestarian warisan budaya.

Gusti Moeng juga membuka pintu bagi masyarakat, akademisi, peneliti, maupun pegiat budaya yang ingin berkunjung dan mempelajari sejarah Keraton Surakarta.

“Keraton selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar sejarah, budaya, maupun melakukan penelitian. Banyak mahasiswa, peneliti, hingga instansi yang datang untuk mencari data sejarah dan kebudayaan Jawa,” urainya.

Melalui sinergi antara pihak keraton dan pelaku usaha seperti Wong Solo Grup, tradisi agung Kirab 1 Suro diharapkan dapat terus berjalan setiap tahunnya sebagai benteng pertahanan budaya sekaligus magnet wisata religi dan budaya di Kota Solo.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *