Ribuan Peserta Ikuti Dieng Caldera Race 2026, Perputaran Uang Diproyeksi Tembus Rp20 Miliar

Foto : Humas Jateng

WONOSOBO, SUARASOLO.id — Ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara memadati kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk mengikuti ajang trail run Dieng Caldera Race (DCR) 2026 pada Minggu (21/6/2026). Selain menjadi ajang adu ketahanan fisik, event tahunan ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi daerah hingga Rp20 miliar melalui sektor sport tourism.

​Di tengah suhu dingin yang mencapai 14°C, para peserta kategori 25K sudah bersiap di garis start kawasan Tambi Tea Resort sejak pukul 03.30 WIB. Mereka ditantang menaklukkan rute baru yang lebih ekstrem dari tahun sebelumnya, termasuk melintasi jalur puncak Gunung Sindoro di ketinggian 2.330 meter di atas permukaan laut (mdpl).

​Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa Pemprov Jateng terus mendorong event berbasis olahraga seperti DCR sebagai pintu masuk utama pengembangan pariwisata daerah.

​“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” ujar Sumarno usai berhasil menyelesaikan kategori 25K dengan catatan waktu 9 jam 25 menit.

​Kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya di kawasan Dieng dinilai memberikan efek domino (multiplier effect) yang besar bagi ekosistem ekonomi Wonosobo dan sekitarnya.

​Pihak panitia dan pemerintah daerah memproyeksikan perputaran uang selama event berlangsung berpotensi mencapai Rp20 miliar. Lonjakan ekonomi ini didorong oleh beberapa faktor, diantaranya Sektor Akomodasi: Tingkat keterisian homestay, hotel, dan penginapan di sekitar Wonosobo meningkat tajam, kemudian Kuliner & UMKM, Peningkatan omzet pada warung makan khas daerah serta pusat oleh-oleh produk lokal. Berikutnya Jasa Transportasi & Pemandu, Peningkatan permintaan jasa transportasi lokal dan pemandu wisata di kawasan Dieng.

​“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” tambah Sumarno.

​Penyelenggaraan DCR 2026 kali ini tampil beda dengan menyuguhkan jalur yang lebih menantang. Berbeda dengan tahun lalu, rute tahun ini sengaja diarahkan melintasi kawasan Gunung Sindoro untuk memberikan pengalaman baru sekaligus mempromosikan keindahan alam Dieng dari sudut yang berbeda.

​“Rutenya berbeda dengan tahun lalu. Hari ini kita naik sampai puncak Sindoro. Cukup menantang, naiknya berat, turunnya lebih berat lagi,” terang Sumarno.

Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra, mengatakan perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama DCR tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.

“Untuk kategori 25K tahun ini 100 persen berubah. Kita naik Sindoro. Ini yang menjadi daya tarik DCR 2026, karena peserta terbanyak tahun ini ada di kategori 25K,” jelasnya.

Menurut Hendrik, secara keseluruhan DCR 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta dengan peningkatan jumlah peserta asing yang cukup signifikan. Tahun ini tercatat lebih dari 150 peserta asing ambil bagian, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 44 orang.

Ia menyebut, tingginya minat peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Sejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan event.

“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 Km dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” ungkap Ade.

Selain tantangan lintasan, keindahan lanskap Dieng menjadi salah satu alasan event ini terus diminati. Para peserta disuguhkan pemandangan kawasan perkebunan, pegunungan, hingga sejumlah destinasi wisata seperti Candi Arjuna dan kawasan Telaga Menjer.

Salah satu peserta kategori 25K, Nadia asal Madiun, Jawa Timur, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan DCR tahun ini, terutama karena rute menuju Sindoro memberikan pengalaman berbeda.

“Ini mantap. Water station lengkap, keren. Yang kali ini karena sampai puncak Sindoro, elevasinya jos banget,” ujarnya.

Sementara itu, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menyebut Dieng Caldera Race memiliki karakter berbeda dibanding event trail run lainnya.

“Ini salah satu acara trail yang mewah. Venue-nya di resort, suasananya juga luar biasa. Dieng dengan suhunya yang dingin membuat pengalaman lari di sini semakin menarik,” katanya.

Dieng Caldera Race 2026 digelar selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, dengan menghadirkan empat kategori perlombaan, yaitu 10K, 25K, 45K, dan 85K. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di Tambi Tea Resort yang menjadi lokasi utama (race central) sekaligus titik aktivitas para peserta selama event berlangsung.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *