Foto : IGfifaworldcup
MIAMI, SUARASOLO.id – Berkat penampilan konsisten yang dilakoni oleh tim Samba terutama di 2 laga terakhir matchday Piala Dunia 2026, membuat posisi mereka kokoh dan tidak tergoyahkan di puncak klasemen grup C. Keberhasilan mereka mengoleksi 7 poin dari total 9 poin yang tersedia juga memastikan langkah Brasil untuk lolos ke babak gugur 32 besar Piala Dunia 2026 bersama tim-tim besar lainnya.
Pasukan Ancelotti mampu menumbangkan Skotlandia dengan skor telak nan meyakinkan yakni 3 gol tanpa balas. Adapun pencetak gol pada laga yang digelar di Miami Stadium, pada Rabu, 24 Juni 2026, waktu setempat adalah Vinicius Junior ( pada menit ‘7 dan ’45+3 ) dan ditutup oleh M. Cunha ( menit ’60 )

Sementara itu, Skotlandia harus menanti nasib mereka untuk mengetahui apakah mereka berpeluang untuk tetap lolos ke Babak 32 Besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Sama seperti pertandingan fase grup mereka pada edisi turnamen 1998 di Prancis, tim Brasil memimpin lebih dulu dalam waktu 7 menit. Namun, gol tersebut sebenarnya merupakan “hadiah” dari tim Skotlandia, karena umpan Scott McKenna berhasil diblok oleh Rayan. Pemain berusia 19 tahun itu dengan tanpa pamrih mengoper bola ke Vinicius Junior, yang kemudian melewati Gunn dan mencetak gol.

Skotlandia sebenarnya berhasil membenahi kerapatan dan berusaha menutup celah pada garis belakang mereka. Namun, gawang mereka hampir saja kebobolan lagi ketika Vinicius merebut bola dari Hendry dan mencetak gol. Beruntung bagi Skotlandia, VAR menganulir gol tersebut karena melihat Vinicius lebih dulu menjegal bek lawan sebelum berlari mencetak gol.
Selama babak pertama, serangan Skotlandia terbilang buntu dan hanya bisa mengandalkan beberapa peluang dari sepak pojok di pertengahan babak. Tim peraih lima trofi Piala Dunia itu akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan lewat aksi brilian sayap mereka jelang turun minum. Memanfaatkan umpan lambung Bruno Guimaraes dari sisi kanan, Vinicius cerdik melepaskan diri dari penjagaan Patterson untuk menyendul bola di tiang jauh.

Begitu babak kedua dimulai, gawang Alisson langsung mendapat ancaman oleh sundulan McTominay yang kebetulan masih bisa ditangkap. Di sisi lain, Vinicius hampir saja mencetak gol ketiganya berkat umpan matang Paqueta, beruntung kaki Gunn sigap menyelamatkan gawang Skotlandia.
Brasil akhirnya menghentikan perlawanan Skotlandia di pertengahan babak kedua, kembali lewat aksi cemerlang Guimaraes.
Usai memenangkan duel fisik dengan McLean, Guimaraes memberikan umpan kepada Matheus Cunha. Penyerang klub Manchester United itu tak menyia-nyiakannya dan melepaskan tembakan yang meluncur deras ke tiang kanan gawang. Tidak ingin kalah telak, Skotlandia mencoba melancarkan serangan lebih agresif melalui pergerakan McTominay. Sayangnya, peluang lewat sundulan pemain Napoli itu kembali mentah di tangan Alisson.
Momen paling meriah di stadion justru terjadi saat Neymar, menyanyikan top skor sepanjang masa Brasil, masuk ke lapangan. Sayangnya, intensitas pertandingan saat itu sudah mulai menurun. Kemenangan ini memantapkan langkah Brasil sebagai raja Grup C, sedangkan Skotlandia berharap masih bisa lolos ke babak 32 besar menjadi juara ke-3 terbaik.
V.M RISTO

