Di Tengah Gejolak Global, Investasi Rp480 Miliar Masuk Jateng dan Serap 500 Tenaga Kerja

Foto : Humas Jateng

KENDAL, SUARASOLO.id — Jawa Tengah terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama investasi asing di Indonesia. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan PT DKV Printing Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal pada Selasa (21/7/2026).

Perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang percetakan berteknologi tinggi ini menanamkan modal sebesar Rp480,64 miliar dan menyerap 500 tenaga kerja lokal.

Pada hari yang sama, Pemprov Jateng juga meresmikan operasional PT Foodindo Dwivestamas, industri makanan dan masakan olahan dengan nilai investasi mencapai Rp249,31 miliar yang menyerap 150 tenaga kerja. Jika ditotal, kehadiran dua perusahaan baru ini menyumbang investasi senilai lebih dari Rp729,9 miliar dan membuka 500 lapangan kerja baru di Kendal.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa Jawa Tengah masih dipercaya oleh investor internasional di tengah dinamisnya geopolitik global.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih, hari ini telah dibuka perusahaan DKV. Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya saing terkait tenaga kerja maupun investasi di Indonesia,” ujar Luthfi.

PT DKV Printing Indonesia sendiri memproduksi berbagai jenis label, kemasan, kotak sepatu, hingga material percetakan untuk kebutuhan merek-merek global.

Menurut Luthfi, investasi ini tidak hanya padat modal, tetapi juga membawa transfer teknologi serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat daerah.

Ia menambahkan bahwa besarnya modal masuk harus berbanding lurus dengan dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pekerja, serta penguatan industri lokal.

Saat ini, iklim investasi di Jateng terus dilirik investor dari pelbagai negara, seperti Singapura, Hong Kong, Tiongkok, hingga Korea Selatan.

Guna menjaga tren positif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus memelihara iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan, peningkatan infrastruktur kawasan industri, kepastian hukum, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *