Foto : Humas Jateng
BATANG, SUARASOLO.id — Provinsi Jawa Tengah mencatatkan realisasi Kredit Program Perumahan tertinggi di Indonesia dengan nilai mencapai Rp4,96 triliun per 29 Juli 2026. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah di posisi puncak nasional dalam mendukung akselerasi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam acara Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

“Untuk lima provinsi paling tinggi, juaranya nomor satu Provinsi Jawa Tengah, terima kasih Pak Gubernur (Ahmad Luthfi). Nomor dua Jawa Timur, nomor tiga Jawa Barat, nomor empat Sulawesi Selatan, nomor lima Bali,” ujar menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Berdasarkan data Kementerian PKP, dana Rp4,96 triliun di Jawa Tengah tersebut tersalurkan kepada 28.275 debitur. Angka ini merupakan akumulasi penyaluran kredit perumahan dari berbagai lembaga perbankan, mulai dari Himbara, Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga bank swasta.
Dalam rinciannya, Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi penyalur KPR Subsidi terbesar dari kategori Himbara, sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) memimpin di sektor KUR Perumahan. Untuk kategori BPD, Bank Jateng tampil sebagai penyalur terbesar, sedangkan Bank Nobu mencatatkan realisasi tertinggi di kelompok bank swasta.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama. Program kredit perumahan itu memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu, terutama masyarakat yang tergolong desil 1, 2, 3, dan 4. Sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.
“Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng. Bank Jateng juga diapresiasi karena tertinggi di Indonesia. Ini memang menjadi prioritas kita bersama, termasuk Bank Jateng salah satu bank untuk KUR UMKM,” katanya.

Sementara itu, Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan kredit perumahan atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memang ditujukan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Profesinya bermacam, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), wiraswasta, pegawai swasta, maupun pekerja informal.
Menurutnya, kredit perumahan di Bank Jateng dinilai terjangkau, bunganya 5% per tahun, kemudian juga mendapatkan subsidi sebesar Rp4 juta, sudah termasuk bebas biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan jangka cicilan 15 dan 20 tahun.
“Ini untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta,” katanya.

Ia menjelaskan, khusus FLPP tahun 2026 per tanggal 27 Juli, Bank Jateng sudah menyalurkan kepada 663 debitur dengan nilai sekitar Rp104 miliar. Baik melalui Bank Jateng konvensional maupun Bank Jateng Syariah. Program tersebut sejalan dengan arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi untuk mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah pusat.
“Jawa Tengah sendiri, khususnya Bank Jateng juga didorong untuk melaksanakan program ini. Pak Gubernur sangat antusias dan beberapa kali juga mengadakan acara akad massal bersama Bank Jateng untuk angkat massal KPR FLPP,” jelasnya.
VA PAULO /*

