Foto : Pemkot Salatiga
SALATIGA, SUARASOLO.id — Ribuan warga tampak antusias memadati jalan pusat Kota Salatiga untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya Salatiga BEDA Festival (SABET) pada Sabtu (25/7/2026). Aksi panggung dan parade kreativitas para peserta yang mengangkat kekayaan seni, budaya, serta tradisi lokal dalam perhelatan tahunan yang diikuti 100 kelompok peserta ini digelar sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga.
Ajang pameran kreativitas dan seni tradisi lokal tersebut sukses menyedot perhatian publik sepanjang rute parade. Suasana kota menjadi makin hidup dengan berbagai atraksi panggung, pertunjukan bregada, Costume Carnival, hingga pawai mobil hias.

Acara ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dan tamu undangan.
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa Kirab Budaya SABET bukan sekadar perayaan visual, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai luhur Prasasti Plumpungan.
“Dari prasasti inilah kita belajar bahwa kota ini dibangun di atas nilai kebersamaan, ketenteraman, dan penghormatan kepada sesama. Kota yang maju adalah kota yang tidak melupakan asal-usulnya,” ujar Robby saat memberikan sambutan.

Rangkaian acara diawali dengan Prosesi Kirab Agung Prasasti Plumpungan Dumadining Salatiga di Rumah Dinas Wali Kota. Prosesi sakral tersebut diisi dengan pembacaan Serat Kekancingan Prasasti Plumpungan oleh Rama Wiku Satya Dharma Telaga, diikuti doa lintas agama yang dipimpin oleh Drs. K.H. Noor Rofiq.
Usai prosesi, Wali Kota Salatiga bersama jajaran Forkopimda memimpin jalannya barisan kirab menuju panggung kehormatan. Pawai ini turut diperkuat oleh barisan bregada dari empat kecamatan serta perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Salatiga.

Rombongan melintasi sejumlah jalan protokol mulai dari Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sukowati, dan berakhir di Alun-Alun Lapangan Pancasila.
Melalui gelaran SABET 2026 ini, Pemerintah Kota Salatiga berharap semangat pelestarian budaya dan rasa cinta sejarah dapat terus terpatri di masyarakat, sekaligus memperkuat citra Salatiga sebagai kota yang toleran, berbudaya, dan harmonis.
V.M RISTO /*

