Foto : Humas Jateng
SEMARANG, SUARASOLO.id — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum bagi Gubernur Ahmad Luthfi untuk menekankan pentingnya sinergi kolektif. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pemerintah, melainkan membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Provinsi Jawa Tengah maju bukan berarti dari gubernur, bupati, atau walikota, melainkan dari seluruh komponen masyarakat yang bahu-membahu jadi satu,” ujar Luthfi saat menghadiri puncak acara Harmony of Java 2026 di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Sabtu malam (22/8).

Hadir mendampingi Gubernur dalam acara tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno. Mengusung tema “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”, perayaan tahun ini merefleksikan tekad bersama untuk merapatkan barisan dan menyingkirkan ego sektoral demi percepatan pembangunan.
Di usia yang menginjak 81 tahun, Pemprov Jateng mencatatkan sejumlah capaian positif. Sepanjang semester I-2026, pertumbuhan ekonomi daerah menyentuh angka 5,80%. Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 9,48% menjadi 9,21%, yang berarti sekitar 3,37 juta warga telah keluar dari garis kemiskinan.

Di tengah suasana perayaan yang meriah, agenda tersebut juga diwarnai aksi solidaritas. Gubernur Luthfi memimpin doa bersama untuk para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Aceh.
“Malam hari ini kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Semoga dikuatkan, semoga ditabahkan, dan segera recovery,” tuturnya.

Puncak perayaan Harmony of Java 2026 turut dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas nasional dan lokal, di antaranya KLa Project, Pertelon Koplo, Good Morning Everyone (GME), serta penampilan sore dari Saleho. Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, turut menyampaikan apresiasi sekaligus menyelipkan doa bagi para korban bencana di sela penampilannya.
VA PAULO /*

