Foto : Dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id— Perhelatan Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Sabtu (12/9/2026) malam.
Memasuki hari ketiga sekaligus malam penutupan (closing ceremony), pergelaran seni tari berkelas dunia ini menyuguhkan aksi panggung yang spektakuler.

Ribuan penonton memadati area Pamedan untuk menyaksikan kolaborasi lintas budaya dari seniman lokal hingga mancanegara. Beberapa pengisi acara luar negeri yang tampil memukau di antaranya delegasi asal Jepang yang memboyong tiga grup sekaligus, serta penampil dari Korea Selatan.
Kemeriahan pergelaran ini turut menyita perhatian Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, yang hadir langsung di lokasi. Ia mengaku terkesima melihat skala pergelaran yang menghadirkan deretan seniman internasional tersebut.

Direktur SIPA, Dr. Irawati Kusumorasri, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran ajang tahunan bergengsi ini. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ira tersebut menyoroti pentingnya kepedulian berbagai pihak dalam mendukung ekosistem seni pertunjukan, salah satunya dari pengusaha kuliner nasional sekaligus pemilik Wong Solo Grup, H. Puspo Wardoyo.
“Sepengetahuan saya, Founder Destinasi Wisata Kalipepe Land tersebut sangat peduli dengan kebudayaan Indonesia, apalagi yang sifatnya pelestarian dan pengembangan budaya,” ujar Mbak Ira di sela-sela acara.

Mbak Ira menegaskan bahwa pelestarian seni budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada para pelaku seni. Dukungan konkret dari figur publik maupun dunia usaha menjadi modal penting agar iklim kebudayaan di Indonesia, khususnya di Solo Raya, terus hidup dan mampu berkiprah di tingkat internasional.
“Kami berharap sosok seperti Pak Puspo bisa menjadi pionir atau contoh bagi masyarakat lain untuk membantu event-event budaya di Indonesia, terutama di Kota Solo,” tambahnya.

Ira menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri hanya diperjuangkan oleh para pelaku seni.
Dukungan konkret dari tokoh masyarakat maupun pengusaha yang memiliki komitmen kuat sangat diperlukan untuk menjaga napas seni pertunjukan daerah agar mampu berkiprah di kancah internasional.

Untuk itu, lanjut Ira, kolaborasi saling mendukung antara dunia usaha dan seni budaya merupakan manifestasi kerja sama yang sangat positif.
Adapun dalam seni pertunjukan SIPA 2026, pada Sabtu malam disuguhkan kolaborasi lintas budaya yang menawan.
Penonton yang memadati Pamedan Pura Mangkunegaran disuguhi aksi panggung memukau dari berbagai seniman domestik hingga mancanegara, seperti delegasi asal Jepang yang memboyong tiga grup pengisi acara, delegasi Korea, hingga deretan penampil terbaik tanah air.
Kemeriahan pesta budaya internasional ini pun semakin memuncak jelang acara penutupan (closing ceremony).
Pasalnya, selain kehadiran jajaran pimpinan daerah, sesi penutupan diwarnai dengan atraksi kembang api yang memukau sebagai penanda suksesnya gelaran SIPA 2026.
VA PAULO /*

