Dorong Ekonomi Desa, 8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Jateng, 64 Persen Sudah Beroperasi

Foto : Humas Jateng

SUKOHARJO, SUARASOLO.id— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penguatan ekonomi berbasis perdesaan. Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi terbentuk di Jawa Tengah, dengan 5.427 unit atau sekitar 64 persen di antaranya telah aktif beroperasi.

Kepastian tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memantau operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026).

Rombongan meninjau langsung kesiapan unit koperasi di tiga lokasi di Kecamatan Baki, yakni Desa Purbayan, Kadilangu, dan Menuran. Rangkaian peninjauan diawali di KDKMP Purbayan dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada 10 penerima, peninjauan gerai dan gudang, peninjauan aktivitas transaksi, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah serta pameran produk UMKM lokal.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penguatan KDKMP merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto demi pemerataan ekonomi hingga ke tingkat tapak.

“Presiden Pak Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja, desa dan kelurahan juga harus ikut maju,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menekankan, pembangunan gedung koperasi hanyalah langkah awal. Keberadaan fasilitas tersebut harus diimbangi dengan unit usaha yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. KDKMP dirancang menjadi pusat pelayanan serba ada, mulai dari penyediaan bahan pangan, distribusi pupuk dan LPG bersubsidi, layanan keuangan, hingga wadah pemasaran hasil tani dan UMKM.

Guna menjaga keberlanjutan usaha, pemerintah turut menyiapkan dukungan berupa satu tenaga manajer profesional per koperasi yang pembiayaannya ditanggung selama dua tahun pertama hingga koperasi mampu mandiri.

Secara infrastruktur fisik, Jawa Tengah kini menempati urutan kedua nasional dalam percepatan pembangunan KDKMP. Per 12 Oktober 2026, sebanyak 5.895 gedung KDKMP di Jawa Tengah telah rampung 100 persen. Sementara di Kabupaten Sukoharjo sendiri, sebanyak 151 dari total 167 desa telah memiliki gedung koperasi yang siap digunakan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum sebelumnya mengatakan, pemprov terus mendorong percepatan verifikasi dan validasi gerai KDKMP untuk memastikan kesiapan bangunan, sarana prasarana, serta kelengkapan administrasi sebelum beroperasi.

Sebanyak 4.230 KDKMP menjadi prioritas verifikasi. Hingga 30 September 2026, progresnya telah mencapai 61,67 persen.

“Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan,” kata Linda dalam keterangannya, 2 Oktober 2026.

Selain verifikasi, Pemprov Jateng menyiapkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP secara bertahap mulai Oktober hingga akhir November 2026.

Penguatan koperasi juga dilakukan melalui fasilitasi kontak bisnis di 35 kabupaten/kota, pengembangan kemitraan usaha, serta pendampingan tata kelola dan pemasaran produk lokal.

Di Desa Purbayan, misalnya, terdapat potensi usaha berupa budidaya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran yang dikelola PKK, hingga kerajinan wayang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya juga menekankan pentingnya pengembangan KDKMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Hal tersebut diperlukan agar koperasi tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menggerakkan usaha masyarakat setempat.

“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” kata Luthfi beberapa waktu yang lalu.

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *