Bukan Pesaing Warung Kelontong, LDII Solo Tegaskan KDKMP Saluran Utama Kebutuhan Bersubsidi Warga

Foto : Dokumentasi

SUKOHARJO, SUARASOLO.id— Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipastikan tidak dirancang untuk bersaing dengan warung kelontong kecil milik warga. Koperasi ini memiliki peran strategis sebagai saluran utama distribusi kebutuhan pokok bersubsidi dan bantuan pemerintah agar lebih mudah diakses masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta, Muhammad Zain, usai mendampingi kunjungan kerja lintas kementerian di empat titik KDKMP wilayah Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026).

Rombongan peninjauan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“KDKMP sangat bagus karena akses penyalurannya praktis. Masyarakat bisa langsung mengakses bantuan bersubsidi seperti beras dan LPG 3 kg dengan mudah. Jadi fungsinya bukan untuk mematikan pedagang kecil,” ujar Zain, Selasa.

Dia menjelaskan, KDKMP diarahkan menjadi salah satu saluran distribusi kebutuhan bersubsidi, seperti beras dan LPG, serta berbagai bantuan pemerintah. Dengan fungsi tersebut, koperasi diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus bersaing langsung dengan toko kelontong.

Zain mengakui persiapan KDKMP yang dia kunjungi sudah cukup baik. Namun, dia melihat masih ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, terutama kelengkapan barang dan layanan. Pengelola perlu melengkapi kebutuhan operasional secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan barang dan dukungan layanan.

Zain menyebut, sejumlah koperasi sudah menyediakan pupuk bersubsidi dan beras bersubsidi. Sementara itu, layanan lain, seperti kantor pos, simpan pinjam, serta layanan perbankan melalui Agen 46 atau BRILink, masih perlu dikembangkan sesuai rencana masing-masing koperasi.

“Persiapannya sudah mulai matang. Tinggal nanti menambah layanan dan barang-barang yang belum tersedia,” jelasnya.

Dia juga menyoroti ketersediaan gas LPG 3 kilogram yang menurut pengamatannya masih terbatas di lokasi yang dikunjungi.

Dia berharap kuota pasokan dapat bertambah secara bertahap agar koperasi mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih optimal.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung KDKMP harus diimbangi dengan kegiatan usaha yang berdampak langsung pada perekonomian warga desa. Pemerintah menargetkan KDKMP menjadi pusat pelayanan bahan pangan, sarana pertanian, hingga wadah pemasaran produk UMKM lokal.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah per 12 Oktober 2026, dari total 8.523 KDKMP yang terbentuk di Jateng, sebanyak 5.427 koperasi (64%) telah aktif beroperasi. Khusus di Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 151 gedung KDKMP telah rampung dibangun dari total target 167 desa.

ADMIN /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *