OPINI
Oleh: Jastine Amanda Gozena, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta
Hak dan kewajiban tidak bisa dipisahkan. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, pelayanan publik yang baik, menyampaikan pendapat, serta hidup dengan aman dan nyaman. Namun, masih ada orang yang lebih mengutamakan haknya daripada menjalankan kewajiban. Contohnya, ingin lingkungan bersih tetapi tidak ikut menjaganya, atau ingin aman saat berkendara tetapi masih melanggar lalu lintas. Keinginan mendapatkan kenyamanan seharusnya disertai kesadaran untuk bertanggung jawab.
Kehidupan bersama tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Kesadaran setiap orang juga diperlukan. Lingkungan tidak akan bersih hanya karena tersedia tempat sampah, dan ketertiban sulit tercipta jika aturan dipatuhi hanya saat ada petugas. Setiap tindakan dapat berdampak pada orang lain.
Hak adalah sesuatu yang pantas diterima sesuai aturan, seperti pendidikan, perlindungan hukum, pelayanan kesehatan, dan pelayanan publik yang layak. Masyarakat juga berhak menyampaikan kritik saat mengalami ketidakadilan. Namun, memahami hak bukan berarti hanya mementingkan diri sendiri. Orang lain memiliki hak yang sama, sehingga kita perlu mendengarkan pendapat mereka dan menjaga fasilitas umum.
Kewajiban merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Penerapannya dapat dimulai dengan mematuhi peraturan, menjaga kebersihan, menghargai sesama, dan merawat fasilitas umum. Kebiasaan ini seharusnya dilakukan bukan karena takut mendapat teguran. Menjaga kebersihan bertujuan menciptakan lingkungan nyaman, sedangkan menaati lalu lintas membantu menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Menuntut Hak Tetap Penting
Membahas kewajiban bukan berarti masyarakat harus berhenti memperjuangkan hak. Jika pelayanan publik buruk, fasilitas tidak terawat, atau warga diperlakukan tidak adil, mereka tetap berhak menyampaikan aspirasi dan meminta perbaikan.
Ketaatan terhadap aturan juga tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak masyarakat. Warga yang menjalankan kewajibannya tetap berhak mendapat pelayanan yang baik, sementara pemerintah bertanggung jawab membuat kebijakan yang memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Keseimbangan harus berlaku bagi semua pihak. Masyarakat perlu menjalankan tanggung jawab, sedangkan pemerintah harus bekerja secara adil. Seimbang bukan berarti warga harus menerima semua keadaan tanpa kritik. Jika masyarakat diminta menaati aturan tanpa pelayanan yang layak, kepercayaan kepada pemerintah dapat berkurang. Sebaliknya, jika warga mengabaikan kewajibannya, ketertiban sulit terwujud. Karena itu, masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama.
Perubahan Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Kesadaran tentang hak dan kewajiban dapat dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari. Keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat berperan membentuk sikap bertanggung jawab. Mahasiswa, misalnya, dapat menaati peraturan, menghormati dosen, menjaga fasilitas, dan menghargai pendapat teman. Di lingkungan sekitar, tanggung jawab dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum.
Perubahan tidak harus dimulai dari program besar. Tidak membuang sampah sembarangan, mengakui kesalahan, dan menghormati hak orang lain merupakan langkah sederhana. Nasihat juga perlu disertai contoh nyata. Ajakan menjaga kebersihan akan lebih mudah diterima jika orang yang mengajak ikut melakukannya. Aturan pun lebih mudah dipatuhi jika semua orang menjalankannya secara konsisten.
Membangun Kesadaran sebagai Warga Negara
Masyarakat yang adil dan harmonis tidak dapat dibangun hanya dengan menuntut hak atau hanya menekankan kewajiban. Hak harus dihormati dan kewajiban harus dijalankan. Menjadi warga negara yang baik bukan berarti diam saat mengalami ketidakadilan. Hak tetap perlu diperjuangkan dengan cara yang tepat, sambil menghormati hak orang lain dan menjalankan tanggung jawab sendiri.
Dengan adanya kesadaran tersebut, masyarakat tidak hanya berharap mendapatkan kenyamanan, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang baik. Setiap orang memiliki peran, sekecil apa pun tindakan yang dilakukan. Karena itu, perubahan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ungkapan “Hak Banyak Dituntut, Kewajiban Sering Dilupakan” mengingatkan bahwa kesadaran warga negara bukan hanya terlihat dari keberanian menuntut hak, tetapi juga dari tindakan sehari-hari.
Jangan sampai keinginan mendapatkan hak membuat kita melupakan tanggung jawab, atau kewajiban dijadikan alasan untuk mengabaikan hak masyarakat. Keseimbangan perlu diwujudkan oleh masyarakat dan pemerintah. Perubahan dapat dimulai dari diri sendiri melalui kebiasaan kecil yang konsisten demi kehidupan yang tertib, adil, dan nyaman.
ADMIN /*

