Foto : Humas Jateng
SALATIGA, SUARASOLO.id— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa prihatinnya terkait kabar Operasi Tangkap Tanggan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga menjerat Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada Kamis (15/10/2026). Meski begitu, Luthfi menegaskan masih menunggu pernyataan resmi dari pihak lembaga antirasuah.
“Kalau itu benar, saya merasa prihatin,” ujar Luthfi saat ditemui media usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis.

Luthfi menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak pernah berhenti mengingatkan jajaran bupati dan wali kota untuk memegang teguh prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik (clean and good governance).
Mengenai langkah tindak lanjut Pemprov Jateng—terlebih Wabup Klaten yang baru dilantik—Luthfi menyatakan belum memutuskannya hingga ada konfirmasi tegas dari KPK.

“Di wilayah kita juga sering kita ingatkan para bupati dan wali kota untuk menciptakan clean and good government,” tambahnya.
Kabar OTT ini muncul hanya beberapa hari setelah Luthfi melantik Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Wakil Bupati Klaten pada Senin (12/10/2026) di Semarang untuk mengisi sisa masa jabatan 2025–2030, menggantikan mendiang Benny Indra Ardianto. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merilis konfirmasi resmi terkait detail operasi maupun status hukum pihak-pihak yang terlibat.
VA PAULO /*

