Foto : Humas Jateng
SEMARANG, SUARASOLO.id— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengumpulkan 609 karya riset dan 263 naskah artikel melalui ajang Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026. Hasilnya, lahir 51 policy brief (ringkasan kebijakan) yang siap menjadi kompas perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Program kolaborasi Pemprov Jateng bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini berhasil menarik minat peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi serta masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Mencapai puncaknya dalam Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jateng 2026 di Gradhika Bhakti Praja Semarang, Kamis (15/10/2026), acara ini mempertegas komitmen Jateng dalam menguatkan ekosistem riset dan inovasi.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa hasil riset tidak boleh sekadar menjadi pajangan di atas kertas, melainkan harus berdampak nyata bagi masyarakat.

“Basis pembangunan di tempat kita adalah riset. Hasil-hasil riset ini kita himpun untuk menjadi terobosan kreatif dalam pengembangan wilayah,” ujar Luthfi saat menghadiri acara tersebut.
Menurut Luthfi, implementasi riset dalam pembangunan sangat krusial agar manfaatnya langsung dirasakan publik sekaligus memitigasi dampak negatif program sejak dini. Ia juga menyampaikan kesiapan Pemprov Jateng untuk melibatkan para peneliti dalam perencanaan wilayah secara berkelanjutan.

Rekomendasi yang diserahkan dalam ajang ini mencakup berbagai isu strategis, mulai dari ketahanan pangan dan lingkungan, pengembangan ekonomi dan UMKM, hingga peningkatan sektor kesehatan.
VA PAULO /*

