Foto : Suarasolo
SOLO, SUARASOLO.id — Alih-alih merayakan kelulusan dengan aksi konvoi atau corat-coret seragam, sebanyak 65 siswa SMP Marsudirini St. Theresia Surakarta memilih cara yang jauh lebih bermakna. Mereka merayakan kelulusan 100 persen dengan berjalan kaki dan membagikan paket kebutuhan kepada warga di sekitar Kompleks Balai Kota Surakarta, Selasa (2/6/2026).
Kepala SMP Marsudirini St. Theresia Surakarta, Maria Rita Hapsari, S.Pd., mengungkapkan bahwa aksi unik ini sengaja digelar sebagai bentuk syukur sekaligus mengajarkan kepedulian sosial kepada para siswa. Berangkat dari sekolah, para siswa berjalan kaki menyusuri jalanan kota menuju Balai Kota Surakarta.
Menurut salah satu guru pendamping, Febrina Widya Hesti, S.Pd., para siswa langsung bergerak membagikan paket begitu menemui warga di sepanjang rute perjalanan.

”Di sepanjang jalan, setiap bertemu dengan warga—mulai dari pengemudi ojek online, tukang becak, hingga masyarakat umum—para siswa langsung membagikan paket tersebut,” jelas Febrina.
Adapun paket yang dibagikan berupa perlengkapan mandi lengkap, yang berisi sabun mandi batang, sabun cair, pasta gigi, sampo, dan handuk.
Menuai Pujian Warga dan Antusiasme Siswa
Aksi simpatik ini langsung mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Arjo, salah seorang warga yang melintas, mengaku kagum dengan cara yang dipilih oleh para pelajar tersebut.
”Wah, bagus sekali, aksi ini patut ditiru. Siswa tidak corat-coret baju, tetapi justru beraksi dengan berbagi kepada yang membutuhkan,” puji Arjo.

Senada dengan warga, para siswa pun mengaku bangga bisa meninggalkan tradisi lama yang dinilai kurang bermanfaat. Amara Saraswati, salah satu siswi, mengungkapkan rasa bahagianya bisa merayakan kelulusan dengan cara yang berdampak langsung bagi masyarakat.
”Saya senang sekali bisa berbagi dan menjadi bermanfaat bagi warga sekitar,” tutur Amara.
Siswa lainnya, Fatra Akviano, menambahkan bahwa perayaan kelulusan memang sudah seharusnya diisi dengan hal-hal positif. Ia sepakat dengan Amara, perayaan kelulusan tak harus corat coret baju.
“Sekolah mengajarkan kita untuk peduli kepada sesama, wujudnya salah satunya dengan berbagi. Bagus aksi ini, menghindari coret coret baju, tadi tanda tangan di spanduk yang disediakan sekolah,” pungkas Fatra.
VA PAULO

