Respati: Perkuat Karakter Generasi Muda di Tengah Pesatnya Teknologi Digital

Foto: Humas Pemkot Surakarta

Surakarta, SUARASOLO.id

Wali Kota Solo, Respati Ardi menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Sriwedari Kota Solo pada Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, Forkopimda Kota Solo serta para peserta dari pelajar Kota Bengawan.

Dalam momentum ini, Respati menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dirinya mengaku memiliki kenangan mengikuti kegiatan pramuka sejak sekolah dasar. Pengalaman dari kepramukaan membentuk pribadi yang tangguh, disiplin dan mandiri serta dapat membangun karakter.

Penguatan karakter menjadi penting di tengah tantangan era digital. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut dapat mengikuti perkembangan teknologi, namun harus memiliki ketangguhan dan juga kemampuan bersosialisasi secara langsung di lingkungan masyarakat.

“Saya terkenang sejak SD, SMP SMA mengikuti ekstrakulikuler ini. Ini penting sekali karena menanamkan karakter kemandirian dan kedisiplinan di era tantangan digital agar supaya memiliki karakter. Ini paling penting,” kata Respati.

Dalam kesempatan itu, Respati juga mengucapkan selamat kepada seluruh petugas yang terlibat dalam peringatan Hari Pramuka ke-65. Ia berharap semangat kepramukaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh petugas yang hari ini bertugas dalam rangka Hari Pramuk ke-65. Sekoga terus bisa diterapkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme untuk generasi muda,” tuturnya.

Respati juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda di agar tidak hanya mengandalkan ruang digital dalam membangun hubungan sosial. Dia meyakini, interkasi secara langsung dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar memahami lingkungan, membangun kepedulian, serta menumbuhkan rasa kebersamaan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kepramukaan yang mengedepankan kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, dan pengabdian.

“Bersosial di dunia nyata lebih penting daripada bersosial dindunia maya,” tandasnya.

Leksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *