Foto: Dokumentasi
KLATEN, SUARASOLO.id — Hasil asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Ekonomi tingkat SMA di Jawa Tengah masih tergolong rendah. Capaian tertinggi terdapat pada Konsep Dasar Ilmu Ekonomi, yaitu 49,64% dibandingkan nasional 42,22%, diikuti Ekonomi Internasional sebesar 33,08% (nasional 28,48%), Ekonomi Mikro dan Makro sebesar 32,38% (nasional 29,55%), dan Konsep Dasar Akuntansi sebesar 29,61% (nasional 25,90%).
Rendahnya capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Ekonomi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Jawa Tengah menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai lembaga yang mempersiapkan calon pendidik.

Rendahnya capaian TKA mata pelajaran ekonomi tersebut mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di tingkat SMA.
Sebagai bentuk kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan ekonomi, Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Research Group Pusat Kajian Bisnis dan Ekonomi Terapan menyelenggarakan kegiatan workshop berjudul “Workshop Penyusunan Soal Asesmen Model TKA” yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Klaten dengan peserta 60 guru MGMP Ekonomi Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat dengan nomor kontrak 463/UN27.22/PT.01.03/2026.
Workshop diawali dengan pembukaan, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi yaitu Feri Setyowibowo, S.E., M.M. Ph.D, Ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Klaten yaitu Ahmad Yuni Prasetio Mahfud, M.Pd, dan Kepala Sekolah SMA N 2 Klaten, Dra Eny Sulistiawati, M.Pd.
Memasuki sesi inti, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test yang berfokus pada pemahaman kaidah penyusunan soal ekonomi untuk mengukur kemampuan awal guru dalam merancang instrumen evaluasi yang sesuai standar.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada review dan evaluasi soal-soal ekonomi model TKA yang telah disusun oleh guru sebelumnya. Dalam sesi ini, narasumber, Dr. Leny Noviani, S.Pd., M.Si, bersama dengan peserta melakukan penelaahan terhadap kesesuaian dengan kaidah penulisan soal serta keterkaitan dengan elemen kompetensi dan sub kompetensi mata pelajaran ekonomi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan soal-soal latihan TKA di tingkat Kabupaten Klaten melalui forum kelompok kerja yaitu MGMP Ekonomi.
Sebagai evaluasi akhir, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah adanya pelatihan. Kegiatan ditutup dengan sesi umpan balik sebagai refleksi dan penyampaian kebutuhan pengembangan kompetensi guru di masa mendatang.
Ketua Tim Pelaksana, Feri Setyowibowo, S.E., M.M., Ph.D., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas hasil belajar siswa tidak hanya bergantung pada kemampuan peserta didik, tetapi juga pada kesiapan guru dalam merancang instrumen asesmen yang berkualitas.
“Melalui review soal, guru diharapkan mampu menyusun soal yang sesuai dengan kaidah penulisan soal dan dapat mengukur kompetensi ekonomi serta mampu mengukur kemampuan siswa secara optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan yang berkualitas) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kualitas tenaga kerja di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Pendidikan Ekonomi FKIP UNS berharap dapat memperkuat sinergi dengan MGMP Ekonomi Kabupaten Klaten dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi di sekolah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan diharapkan mampu menghasilkan guru ekonomi yang kompeten serta berkontribusi terhadap peningkatan capaian akademik siswa khususnyaa dalam menghadapi TKA dan mencapai kompetensi ekonomi.
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu komitmen Pendidikan Ekonomi UNS dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui pengembangan keilmuan, pendampingan guru, dan peningkatan mutu pendidikan ekonomi secara berkelanjutan.
ADMIN 2 /*

